AGUSTIN, Ais Syafira (2026) Profiling Komunitas Bakteri Secara Dependent dan Independent dari Polutan Sumber Pencemar Pertanian, Domestik, dan Industri di Sub DAS Cimande, DAS Citarum Hulu. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika.
|
Text
1. COVER.pdf Download (42kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
3. KATA PENGANTAR.pdf Download (349kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
10. PENDAHULUAN.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (410kB) |
Abstract
Air merupakan senyawa yang memiliki peranan penting bagi kehidupan. Namun
air sungai seringkali dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan limbah. DAS
Citarum merupakan sistem Sungai penting yang mencakup kawasan Bandung
Metropolitan Area (BMA) yang meliputi beberapa kota/kabupaten. Kawasan ini
berkembang pesat di Sub DAS Citarum bagian Hulu. Kawasan yang berkembang
dengan tidak terkendali menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan
konservasi sumber daya air. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk
mengetahui struktur komunitas bakteri yang memiliki potensi dalam meremediasi
bahan pencemar dan dapat mengevaluasi kesehatan dan stabilitas ekosistem
tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi bakteri, mengetahui
kelimpahan dan keanekaragaman bakteri, serta mengetahui keterkaitan antara
kelimpahan dan keanekaragaman bakteri dari polutan sumber pencemar pertanian,
domestik, dan industri di Sub DAS Cimande, DAS Citarum Hulu. Penelitian ini
dilakukan dengan metode culture dependent dan culture independent. Dilakukan
isolasi bakteri, jumlah total bakteri dihitung dengan Total Plate Count (TPC), dan
diekstraksi dengan menggunakan gSYNC DNA Extraction Kit kemudian
diidentifikasi molekuler dengan 16S rRNA sequencing. Culture Independent
dilakukan dengan uji metagenomik menggunakan PowerSoil DNA Isolation Kit
dan dilakukan sequencing dengan NGS (Next Generation Sequencing). Hasil
menunjukkan bahwa identifikasi secara dependent hanya dapat mengidentifikasi
bakteri sebanyak 16 spesies. Secara independent terbukti dapat mengidentifikasi
lebih banyak bakteri dengan total OTU pada Grup 2 sejumlah 2046, sedangkan pada
Grup 1 dan 3 sejumlah 1520 dan 1262. Kelimpahan dan keanekaragaman bakteri
bervariasi dengan jumlah bakteri yang teridentifikasi paling banyak terdapat pada
wilayah industri. Hal ini berkaitan dengan pengaruh kompleksitas senyawa yang
terdapat dalam polutan industri, mikroorganisme di wilayah ini memiliki jalur
metabolisme khusus sehingga dapat beradaptasi dan menciptakan komunitas
mikroba yang unik dan beragam.
Kata kunci: culture dependent, culture independent, daerah aliran sungai, kelimpahan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 03:33 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 03:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45365 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
