AZIZAH, Sumaya (2026) Penelitian Jamur Rhizosphere Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dan Potensinya sebagai Agen Antagonis terhadap Fusarium oxysporum dan Plant Growth Promoting Fungi. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1.Cover.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
3. PRAKATA.pdf Download (110kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK Indo.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
4.ABSTRAK ING.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
5.DAFTAR ISI.pdf Download (119kB) |
|
|
Text
8. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (118kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (131kB) |
Abstract
Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan komoditas pangan utama yang
memiliki nilai ekonomi signifikan, namun rentan terhadap infeksi penyakit layu
fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Selain kandungan gizinya
yang tinggi, tanaman ini berkontribusi terhadap kesuburan tanah melalui
asosiasinya dengan mikroorganisme rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi jamur rhizosfer pada kacang merah melalui proses isolasi dan
analisis keragaman morfologi, pengujian antagonisme, evaluasi potensi sebagai
Plant Growth Promoting Fungi (PGPF), serta penilaian kemampuannya sebagai
agen antagonis terhadap Fusarium oxysporum dan sebagai PGPF. Sampel tanah
rhizosfer kacang merah diperoleh dari lahan pertanian di Grabag, Magelang, Jawa
Tengah, kemudian diisolasi menggunakan medium Potato Dextrose Agar (PDA).
Hasil isolasi menghasilkan empat isolat jamur dengan karakteristik morfologi yang
beragam (KM1-KM4). Pengujian antagonisme in vitro melalui metode dual culture
assay menunjukkan bahwa isolat KM2 mampu menghambat pertumbuhan F.
oxysporum pada kategori sedang melalui mekanisme antibiosis. Evaluasi potensi
PGPF mengungkapkan bahwa isolat tersebut dapat melarutkan fosfat dan
memproduksi Indole Acetic Acid (IAA). Identifikasi molekuler dengan
menggunakan primer ITS4 dan ITS5 mengkonfirmasi bahwa isolat KM2 memiliki
kekerabatan terdekat dengan Scedosporium dehoogii dengan persentase kesesuaian
sebesar 98%. Berdasarkan temuan tersebut, S. dehoogii memiliki potensi untuk
dikembangkan sebagai agen biokontrol hayati terhadap F. oxysporum serta sebagai
PGPF melalui fungsinya dalam penyediaan fosfor dan produksi fitohormon.
Kata kunci: Kacang merah, rhizosfer, Plant Growth Promoting Fungi, identifikasi
molekuler
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 03:17 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 03:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45357 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
