Search for collections on Undip Repository

Pertumbuhan Bibit Bawang Merah (Allium cepa L.) Varietas Sanren dari True Shallot Seed (TSS) dengan Perlakuan Kombinasi Radiasi Plasma dan Perendaman Giberelin

KHOERUNNISA, Fauzia Ayu (2026) Pertumbuhan Bibit Bawang Merah (Allium cepa L.) Varietas Sanren dari True Shallot Seed (TSS) dengan Perlakuan Kombinasi Radiasi Plasma dan Perendaman Giberelin. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of 1.COVER.pdf] Text
1.COVER.pdf

Download (71kB)
[thumbnail of 2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (131kB)
[thumbnail of 3. ABSTRAK.pdf] Text
3. ABSTRAK.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of 4. ABSTRACT.pdf] Text
4. ABSTRACT.pdf

Download (64kB)
[thumbnail of 5. PRAKATA.pdf] Text
5. PRAKATA.pdf

Download (61kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR ISI.pdf] Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (119kB)
[thumbnail of 10. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of 15. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (253kB)

Abstract

Budidaya bawang merah di Indonesia umumnya masih menggunakan umbi masih
memiliki beberapa kelemahan dapat diatasi dengan penggunaan True Shallot Seed
sebagai benih. Namun TSS memiliki kelemahan utama, yaitu ukuran biji yang kecil
yang menyebabkan daya kecambah rendah dan memperlambat proses persemaian.
Inovasi teknologi radiasi plasma dan perlakuan perendaman benih dengan hormon
giberelin untuk meningkatkan pertumbuhan bawang merah asal TSS. Tujuan
penelitian untuk mengetahui interaksi kombinasi perlakuan radiasi plasma dan
perendaman benih dalam giberelin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu durasi plasma
selama 0 menit (R0), 15 menit (R1), dan 30 menit (R2). Faktor kedua yaitu durasi
perendaman benih dalam giberelin selama 0 jam (G0), 12 jam (G2), dan 24 jam
(G2). Analisis data pengamatan menggunakan Anova taraf kepercayaan 95% dan
uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi radiasi plasma selama
30 menit dengan perendaman giberelin selama 12 jam sudah mampu meningkatkan
parameter tinggi bibit dan jumlah daun. Sedangkan kombinasi radiasi plasma
selama 30 menit dengan perendaman giberelin selama 24 jam mampu
meningkatkan parameter klorofil total, panjang akar, jumlah akar, jumlah anakan
umbi, bobot segar, dan bobot kering. Terdapat interaksi antara perlakuan radiasi
plasma dan perendaman giberelin terhadap parameter pertumbuhan bibit bawang
merah asal TSS meliputi tinggi bibit, jumlah daun, klorofil total, panjang akar,
jumlah akar, jumlah anakan umbi, bobot segar, dan bobot kering.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Yemima Laras Sekarsari
Date Deposited: 18 Feb 2026 03:15
Last Modified: 18 Feb 2026 03:15
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45355

Actions (login required)

View Item View Item