Lalitasari, Ajeng Arindita and Pujiyono, Pujiyono and Purwoto, Purwoto (2019) DISPARITAS PIDANA PUTUSAN HAKIM DALAM KASUS KORUPSI YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA DI PENGADILAN NEGERI TINDAK PIDANA KORUPSI SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Suplemen.pdf Restricted to Repository staff only Download (425kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
Bab1.pdf Restricted to Repository staff only Download (315kB) |
|
|
Text
Bab2.pdf Restricted to Repository staff only Download (395kB) |
|
|
Text
Bab3.pdf Restricted to Repository staff only Download (249kB) |
|
|
Text
Bab4.pdf Restricted to Repository staff only Download (506kB) |
|
|
Text
Bab5.pdf Restricted to Repository staff only Download (198kB) |
|
|
Text
Dapus.pdf Download (250kB) |
Abstract
Disparitas putusan membawa dampak yang negatif bagi proses penegakan yaitu timbulnya rasa ketidakpuasan masyarakat menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem penyelenggaraan hukum. Disparitas putusan tak bisa dilepaskan dari diskresi hakim menjatuhkan hukuman dalam
suatu perkara pidana. Mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan Teori pemidanaan apa yang mendasari putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Semarang sehingga timbul disparitas pidana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Pendekatan yang dilakukan dengan observasi penelitian mengenai fakta-fakta yang didapat melalui wawancara dan di aplikasikan dengan dasar teori-teori hukum yang ada, ketentuan yang berlaku maupun pendapat sarjana dan para Ahli.
Berdasarkan penelitian diperoleh hasil Hakim dalam sistem hukum pidana Indonesia mempunyai kebebasan yang luas untuk memilih jenis pidana dan lamanya pidana yang dijatuhkan terhadap pelaku sesuai dengan tindak pidana
yang dilakukannya, sebab dalam hukum pidana Indonesia menganut sistem alternatif dalam pengancaman pidana dalam undang-undang, di karenakan adanya faktor hukum yaitu Pengaturan antara pidana minimum dan maksimum yang memberikan keleluasaan hakim dalam menjatuhkan pidana.
Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama adanya pedoman bagi Hakim memenuhi unsur yuridis, filosofis dan sosiologis yaitu setiap orang berhak mendapatkan kepastian hukum, kemanfaatan hukum yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku serta keadilan. Saran yang dapat disampaikan dalam mengambil keputusan, hakim seharusnya bersifat adil dan profesional tanpa ada tekanan dari pihak lain.
Kata kunci : Disparitas Pidana, Putusan Hakim, Korupsi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Disparitas Pidana, Putusan Hakim, Korupsi. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Fakultas Hukum |
| Date Deposited: | 14 Sep 2021 02:48 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 03:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/4518 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
