Search for collections on Undip Repository

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG (25dsa468)

ARIYANINGSIH, IGA MAWAR (2025) STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG (25dsa468). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Iga Mawar Ariyaningsih 25dsa468 FULL.pdf] Text
Iga Mawar Ariyaningsih 25dsa468 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Struktur komunitas makrozoobentos dipengaruhi oleh perbedaan tutupan
vegetasi mangrove dan parameter lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui struktur komunitas makrozoobentos beserta hubungannya dengan
bahan organik dan tekstur sedimen pada ekosistem mangrove di Mangunharjo, Kota
Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2024, untuk
pengolahan data dilakukan di Laboratorium Hidrobiologi Gedung D, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Metode penelitian yang
digunakan yaitu metode survei dengan analisa data yang bersifat kuantitatif.
Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan di tiga stasiun dan terdiri dari 2 plot
bervegetasi dan 1 plot tanpa vegetasi. Stasiun 1 merupakan ekosistem mangrove
tingkat pohon (Avicennia sp.), stasiun 2 merupakan ekosistem mangrove yang
memiliki vegetasi mangrove tingkat pancang (Avicennia sp.), dan stasiun 3
merupakan ekosistem mangrove tingkat pohon (Rhizophora sp.). Pengambilan
sampel sedimen untuk makrozoobentos dan sedimen dilakukan pada kedalaman 0
20 cm. Metode analisis statistik menggunakan Chi-Square dan uji korelasi. Analisis
makrozoobentos terdiri dari kelimpahan (ind/m2), H’, J’, D, dan indeks Morisita.
Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari tiga kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia,
dan Crustacea, dengan total 218 individu. Hasil penelitian menunjukkan kategori
sedimen adalah pasir sedang - halus dengan bahan organik rendah. Didapatkan
kelimpahan Gastropoda (6.752 ind/m2), Bivalvia (1.239 ind/m2) dan Crustacea (812
ind/m2). H’ dan J’ memiliki nilai yang lebih tinggi pada plot bervegetasi, sedangkan
D lebih tinggi pada plot tanpa vegetasi, dan indeks Morisita dominan clustered.
Berdasarkan hasil uji korelasi dengan kelimpahan, bahan organik plot bervegetasi
memiliki koefisien korelasi kuat (0,741) dengan signifikansi rendah, bahan organik
plot tanpa vegetasi memiliki koefisien korelasi sempurna (0,995) dengan
signifikansi rendah, pasir memiliki koefisien korelasi sempurna (0,833) dan
signifikan, serta lumpur memiliki koefisien korelasi sempurna (-0,833) dan
signifikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Mangrove, Makrozoobentos, Mangunharjo Semarang, Struktur Komunitas
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 12 Feb 2026 03:12
Last Modified: 12 Feb 2026 03:12
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45128

Actions (login required)

View Item View Item