Kurniasari, Risma (2024) Analisis Total Fenolat, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale) dengan Variasi Konsentrasi Etanol. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (62kB) |
|
|
Text
02. Halaman Pengesahan.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
04. Daftar Isi.pdf Download (287kB) |
|
|
Text
08. Ringkasan.pdf Download (414kB) |
|
|
Text
09. BAB 1.pdf Download (401kB) |
|
|
Text
14. Daftar Pustaka.pdf Download (446kB) |
Abstract
Industri farmasi dan obat alami sangat bergantung pada kualitas ekstrak
yang dihasilkan dari bahan-bahan herbal. Ekstrak ini mengandung berbagai
senyawa bioaktif seperti fenolat dan flavonoid yang memiliki manfaat kesehatan
signifikan. Kualitas ekstrak ini sangat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang
digunakan dalam proses ekstraksi. Penelitian ini mengatasi permasalahan tersebut
dengan menggunakan tiga jenis konsentrasi etanol (50%, 70%, dan 96%) sebagai
pelarut untuk ekstraksi daun jambu mete (Anacardium occidentale). Selain itu,
penggunaan berbagai standar dan metode dalam proses ekstraksi seringkali
menyulitkan perbandingan hasil penelitian sebelumnya. Untuk mengatasi
permasalahan ini, total fenolat dan flavonoid dianalisis menggunakan dua standar
yang berbeda serta aktivitas antioksidan diukur menggunakan dua metode
berbeda.
Metodologi penelitian melibatkan ekstraksi daun jambu mete
menggunakan tiga konsentrasi etanol yang berbeda: 50%, 70%, dan 96%.
Kandungan total fenolat dianalisis menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dengan
standar asam galat (mg GAE/g ekstrak) dan katekin (mg CE/g ekstrak).
Kandungan total flavonoid dianalisis menggunakan metode AlCl3 dengan standar
kuersetin (mg QE/g ekstrak) dan rutin (mg RE/g ekstrak). Persamaan konversi
antara harga total fenolat ekuivalen asam galat ke katekin dilakukan melalui
pembuatan kurva kalibrasi antara konsentrasi asam galat (y) dan katekin (x) pada
absorbansi yang sama. Hal yang sama dilakukan pada konversi total flavonoid
dengan menggunakan kuersetin dan rutin. Aktivitas antioksidan dievaluasi dengan
menggunakan dua metode, yaitu DPPH dengan standar kuersetin dan H2O2
dengan standar asam askorbat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50% menghasilkan
rendemen tertinggi yaitu 18,45%. Hasil analisis total fenolat, total flavonoid, dan
aktivitas antioksidan, ketiganya memiliki urutan hasil yang sama, yaitu ekstrak
etanol 70% > ekstrak etanol 96% > ekstrak etanol 50%. Total Fenolat ekstrak
etanol 70% adalah 126,31 mg GAE/g dan total flavonoid ekstrak etanol 70%
adalah 52,08 mg RE/g, hal ini dikaitkan dengan keseimbangan polaritas pelarut
yang digunakan. Aktivitas antioksidan terkuat juga ditemukan pada ekstrak etanol
70%, dengan IC50 sebesar 14,31 μg/mL pada metode DPPH. Kesimpulannya,
ekstrak etanol 70% adalah pelarut yang paling efektif untuk memperoleh
kandungan fenolat, flavonoid, dan aktivitas antioksidan tertinggi dari daun jambu
mete, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi dalam industri farmasi dan
nutraceutical. Konversi kandungan fenolat dari asam galat ke katekin adalah
kadar katekin = (kadar asam galat + 0,3551) / 0,9848, sedangkan konversi antara
harga total flavonoid kuersetin ke rutin adalah Kadar rutin = (kadar kuersetin +
2,1938)/0,6208. Kedua nilai IC50 metode DPPH dan H2O2 tidak dapat
diperbandingkan.
Kata kunci: Anacardium occidentale, etanol, total fenolat, total flavonoid,
antioksidan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 03:13 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 03:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45125 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
