Search for collections on Undip Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERUBAHAN KEBIJAKAN NANSHOKU (男色) DALAM MISI MODERNISASI JEPANG ERA MEIJI

Maulida, Nazwa (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERUBAHAN KEBIJAKAN NANSHOKU (男色) DALAM MISI MODERNISASI JEPANG ERA MEIJI. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of Revisi Pasca Sidang Nazwa Maulida.pdf] Text
Revisi Pasca Sidang Nazwa Maulida.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Maulida, Nazwa. 2025. “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Kedudukan
Praktik Nanshoku (男色) Dalam Misi Modernisasi Jepang pada Era Meiji.” Skripsi,
Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Universitas Diponegoro, Semarang.
Pembimbing Skripsi: Nisia Nur Dwi Agusta, S.Hum., M.Si.
Penelitian ini membahas faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kedudukan
praktik nanshoku (男色), yaitu bentuk hubungan sesama laki-laki pada era Edo
merupakan bagian dari praktik sosial yang relatif diterima, namun mengalami
pergeseran posisi dalam masyarakat Jepang pada era Meiji. Perubahan tersebut tidak
semata-mata berkaitan dengan aspek moral, melainkan merupakan bagian dari misi
modernisasi yang dijalankan oleh pemerintah Jepang dalam rangka membangun
tatanan sosial, hukum, dan moral yang selaras dengan standar “peradaban” Barat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis serta
menerapkan teori modernisasi Max Weber, khususnya konsep rasionalisasi,
birokratisasi, dan disenchantment. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan
kedudukan praktik nanshoku pada era Meiji dipengaruhi oleh beberapa faktor utama,
yaitu: (1) intervensi negara melalui pembentukan sistem hukum modern, termasuk
penerapan keiho (刑法) dan regulasi gender; (2) perubahan struktur sosial dan peran
gender, terutama meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan dan ruang
publik; (3) pergeseran diskursus kedokteran modern yang mengklasifikasikan
homoseksualitas sebagai penyimpangan medis; serta (4) pembentukan konstruksi
moral baru yang heteronormatif, yang secara bertahap memarginalkan praktik�praktik seksualitas non-normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan
kedudukan nanshoku berkaitan erat dengan proses transformasi sosial-budaya
Jepang menuju masyarakat modern yang rasional, terlembaga secara birokratis, dan
berorientasi pada nilai-nilai Barat. Fenomena ini menandai pergeseran penting dalam
sejarah seksualitas Jepang, dari praktik sosial tradisional menuju pembentukan
norma seksual modern yang lebih terstandarisasi.
Kata kunci: nanshoku; era Meiji; modernisasi; homoseksualitas Jepang

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 12 Feb 2026 02:43
Last Modified: 12 Feb 2026 02:43
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45116

Actions (login required)

View Item View Item