DOMINIC LESMANA, FRUDEN ANCILLA (2025) ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI METODE DSAS (Digital Shoreline Analysis System) TAHUN 2018-2024 DI KECAMATAN WONOKERTO, KABUPATEN PEKALONGAN (25dsa463). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Fruden Ancilla Dominic Lesmana 25dsa463 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Garis pantai merupakan batas antara daratan dan lautan yang sering kali
mengalami perubahan yang akibat faktor alami maupun dari aktivitas manusia.
Salah satu daerah yang mengalami abrasi cukup tinggi dibandingkan wilayah lain
adalah pesisir Pulau Jawa Utara, seperti Pekalongan. Salah satu Kecamatan di
Pekalongan, yaitu Kecamatan Wonokerto mengalami perubahan garis pantai
signifikan yang berdampak pada rumah warga dan tingkat abrasinya menjadi
semakin bertambah setiap tahunnya. Penelitian dilakukan pada bulan September
2024 hingga Juli 2025 dan pengambilan sampel lapangan dilakukan pada tanggal
2 November 2024 dalam keadaan air laut surut. Data yang digunakan dalam
analisis perubahan garis pantai yaitu citra satelit Sentinel-2A, data RBI, data
pasang surut, dan sampel sedimen. Metode yang digunakan adalah metode GIS
dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk pemetaan dan perhitungan
perubahan garis pantai, metode admiralty untuk pengolahan data pasang surut dan
mengetahui tipe pasang surut, analisis sedimen dlakukan dengan menggunakan
Gradistat, serta pengukuran kemiringan pantai yang dilakukan secara in situ.
Tujuan dilakukannya analisis adalah untuk mengetahui perubahan garis pantai dan
daerah yang mengalami perubahan paling dominan serta mengetahui tipe sedimen,
tipe pasang surut, dan kemiringan pantai. Kecamatan Wonokerto didominasi
dengan abrasi garis pantai, dengan nilai abrasi tertinggi sebesar-216,77 m di Desa
Semut, sementara nilai akresi terbesarnya adalah 4,66 m dan laju kecepatan abrasi
tertinggi sebesar-36,12 m/th dalam interval 6 tahun. Hasil analisis pasang surut
menunjukkan pada tahun 2018, 2020, 2022 dan 2024 memiliki tipe pasang surut
harian ganda. Jenis sedimen yang ada di pesisir Kecamatan Wonokerto masuk
dalam kategori pasir dan klasifikasi kemiringan pantai lereng datar. Desa Semut
mengalami abrasi paling tinggi diantara tiga Desa lainnya karena pengaruh
memiliki kelerengan paling curam sebesar 5,42˚.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Abrasi, Akresi, Digital Shoreline Analysis System, Garis Pantai |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 02:32 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 02:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
