Tsuraya, Rachel Maulida (2024) Sintesis Senyawa Kompleks Ligan Basa Schiff 2,4- dihidroksibenzaldehid dan 4-aminoantipirin dengan logam pusat Co(II), Ni(II) dan Cu(II) sebagai Antibakteri. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (39kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (453kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (69kB) |
|
|
Text
06. Abstrak.pdf Download (18kB) |
|
|
Text
07. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
12. Daftar Pustaka.pdf Download (119kB) |
Abstract
Senyawa kompleks terbentuk antara ligan dan ion logam melalui ikatan
kovalen koordinasi. Basa Schiff umumnya digunakan sebagai ligan karena afinitas
khelasinya yang kuat terhadap ion logam dan kemampuannya membentuk
kompleks yang stabil melalui atom-atom donornya. Basa Schiff disintesis melalui
reaksi kondensasi antara amina primer dengan aldehid atau keton, menghasilkan
senyawa dengan gugus azomethine (-CR=N-). Logam transisi yang berkoordinasi
dengan atom nitrogen pada gugus azomethine basa Schiff memiliki berbagai
aplikasi dalam kimia bioanorganik, salah satunya antibakteri. Selain itu, jenis logam
transisi yang digunakan diketahui berpengaruh terhadap kemampuan
bioaktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh logam transisi
Co, Ni, Cu dan pengaruh khelasi dalam pembentukan senyawa kompleks terhadap
aktivitas antibakteri. Pada penelitian dilakukan sintesis, karakterisasi, dan aktivitas
antibakteri ligan dari prekursor 2,4 dihidroksibenzaldehid dan 4-aminoantipirin.
Sintesis basa Schiff dilakukan dengan mereaksikan 2,4-
dihidroksibenzaldehid dengan 4-aminoantipirin (DBAP) menggunakan pelarut
etanol dalam perbandingan mol 1:1. Campuran kemudian direfluks selama 3 jam
dengan pengadukan kemudian direkristalisasi dan hasilnya dikarakterisasi
menggunakan spektroforometer UV-Vis, Fourier Transform Infrared (FTIR) dan
Nuclear Magnetic Resonance (NMR) dan Elemental analysis. Setelah itu ligan
DBAP dalam metanol direaksikan dengan logam Co, Ni dan Cu dalam
diklorometana dengan perbandingan mol 1:1. Selanjutnya campuran direfluks
selama 5 jam dengan pengadukan kemudian direkristalisasi. Senyawa kompleks
yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan spektroforometer UV-Vis, Fourier
Transform Infrared (FTIR), Magnetic Susceptibility Balance (MSB) dan Elemental
analysis. Bioaktivitas basa Schiff dan kompleksnya dievaluasi dengan uji
antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
menggunakan metode difusi sumuran.
Hasil karakterisasi yang diperoleh menunjukkan bahwa ligan DBAP telah
berhasil disintesis yang dibuktikan dengan terbentuknya gugus imina (C=N) pada
spektra inframerah, stuktur molekul ligan yang terkonfirmasi pada spektra NMR
dan komposisi unsur ligan DBAP yang sesuai pada elemental analisis. Ketiga
kompleks yaitu Co-DBAP, Ni-DBAP dan Cu-DBAP telah berhasil pula disintesis
dengan munculnya puncak baru pada spektra UV-Vis yang menunjukkan adanya
transisi d-d, pergeseran gugus imina (C=N) pada spektra inframerah dan MSB
menandakan adanya momen magnet yang membuktikan bahwa logam telah
berkoordinasi dengan ligan DBAP yang memiliki geometri molekul oktahedral
serta komposisi unsur senyawa kompleks yang sesuai pada elemental analisis. Hasil
uji antibakteri yang menggunakan bakteri E.coli dan S.aureus membuktikan jika
senyawa kompleks DBAP memiliki bioaktivitas antibakteri yang lebih baik
daripada ligan DBAP. Co-DBAP menunjukkan inhibisi antibakteri terbaik
dibanding Ni-DBAP maupun Cu-DBAP.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 02:22 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 02:22 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45103 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
