Fitri, Nadiatul (2024) Analisis Kuantitatif Total Alkaloid dan Kadar Piperin pada Ekstrak Cabe Jawa (Piper Retrofractum Vahl) dan Lada Hitam (Piper Nigrum L.). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Nadiatul Fitri.zip Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
01. Cover.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
09. Abstrak.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
10. BAB I.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
15. Daftar Pustaka.pdf Download (201kB) |
Abstract
enjaminan mutu obat tradisional diperlukan untuk memastikan keamanan
dan kualitas. Farmakope Herbal Indonesia (FHI) masih menggunakan metode
gravimetri yang kurang sensitif mendeteksi alkaloid berkonsentrasi rendah. Selain
itu, analisis kadar piperin dalam penjaminan mutu SNI diduga kurang akurat karena
gangguan serapan senyawa bioaktif lain pada metode spektrofotometri UV-Vis.
Penelitian ini menyelidiki kandungan alkaloid dan piperin pada ekstrak buah cabe
jawa (Piper retrofractum) dan lada hitam (Piper nigrum) dengan metode analisis
yang berbeda. Setelah skrining fitokimia dan ekstraksi dengan maserasi dalam
pelarut etanol 96%, ekstrak dianalisis menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT).
Total alkaloid diukur menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi
bromocresol green dan Dragendorff, sedangkan kadar piperin dianalisis
menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan High Performance Liquid
Chromatography (HPLC). Hasil penelitian menunjukkan kedua simplisia
mengandung alkaloid, flavonoid, kuinon, tannin, dan terpenoid, dengan
karakteristik ekstrak sesuai FHI. Nilai total alkaloid hanya terdeteksi dengan
pereaksi Dragendorff, mengindikasikan adanya alkaloid jenis amida. Kandungan
total alkaloid pada lada hitam (30,02 mg/g) lebih besar dibandingkan cabe jawa
(26,67 mg/g). Kadar piperin lada hitam juga lebih tinggi, baik melalui UV-Vis
(32,83%) maupun HPLC (26,03%), dibandingkan cabe jawa (UV-Vis: 15,93%,
HPLC: 13,84%). Meskipun kedua metode dapat digunakan, untuk perhitungan
kadar piperin yang spesifik metode HPLC lebih direkomendasikan karena
melibatkan pemisahan senyawa.
Kata kunci: bromocresol green, Dragendorff, HPLC, Kolorimetri, Piperin,
Spektrofotometri UV-Vis, Total Alkaloid
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 03:33 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 03:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45011 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
