TESALOMONIQUE, GRACIA PRICILLA (2024) PESTA GOTILON (Studi Etnografi pada Umat Kristen di Gereja HKBP Kertanegara Kota Semarang). Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.
|
Text
Gracia Pricilla Tesalomonique_13040219130076_PESTA GOTILON (Studi Etnografi pada Umat Kristen di .pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Pesta Gotilon merupakan suatu perayaan yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki atau berkat yang diberikan selama setahun ke belakang. Perayaan ini umumnya dilaksanakan oleh seluruh gereja karena memiliki makna mengingat kisah dalam Alkitab ketika Tuhan menyertai kehidupan bangsa Israel yang disebut Hari Pondok Daun. Namun gereja HKBP, salah satunya HKBP Kertanegara Semarang, memiliki penamaan Gotilon yang berarti memanen padi sebagai sumber kehidupan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interpretivisme Simbolik oleh Clifford Geertz dan didukung teori Pemberian (The Gift) oleh Marcell Mauss untuk meninjau pola resiprositas atau timbal balik yang dirasakan oleh jemaat dengan fokus aspek ekonomi, sosial dan teologis. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan etnografi sebagai metodologi dengan memahami budaya kelompok masyarakat dari perspektif yang mendalam dalam konteks kebiasaan masyarakat suku Batak agama kristen di HKBP Kertanegara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Masalah penelitian ini terdiri dari 1.) Apa yang melatarbelakangi Pesta Gotilon, apakah berlaku umum bagi setiap Gereja HKBP atau hanya terkhusus diadakan di Gereja HKBP Kertanegara, apa makna serta pesan yang mau disampaikan, unsur-unsur budaya apa yang terdapat dalam perayaan ini; dan 2.) Apa efek dari bentuk resiprositas jemaat HKBP Kertanegara yang berkaitan dengan teologi Kristen, ekonomi, dan lingkungan sosial. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penggunaan teori Interpretivisme Simbolik oleh Clifford Geertz bertujuan untuk memahami bagaimana anggota jemaat HKBP Kertanegara memberikan interpretasi terhadap ritual Pesta Gotilon. Fokusnya tidak hanya pada apa yang dilakukan dalam ritual tersebut, tetapi juga pada makna simbolik yang melekat, seperti simbol memanen padi yang menggambarkan rasa syukur atas berkat yang diterima dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. Serta didukung dengan menerapkan Teori Pemberian (The Gift) oleh Marcell Mauss bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola resiprositas yang terjadi selama Pesta Gotilon mencakup aspek ekonomi, sosial, dan teologis dari pemberian dan menerima persembahan (silua). Selain itu, solidaritas sosial yang diperkuat dan hubungan teologis yang dibangun melalui pertukaran ini. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pesta Gotilon di Gereja HKBP Kertanegara diadakan melalui partisipasi aktif seluruh jemaat dalam memberikan persembahan (silua), koordinasi yang baik oleh panitia dalam mengorganisir acara, adopsi tradisi Yahudi untuk integrasi nilai-nilai agama Kristen dengan budaya lokal, serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan sebagai pemberi berkat. Dengan cara ini, perayaan Pesta Gotilon menjadi representasi dari solidaritas sosial, gotong royong, dan kebersamaan dalam mendukung kegiatan gereja dan penginjilan, memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya dalam konteks kehidupan masyarakat gereja HKBP Kertanegara.
Kata Kunci: Pesta Gotilon, HKBP Kertanegara, Resiprositas, Simbol
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 02:30 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 02:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44992 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
