Bii, Mariana Sada (2024) Preparasi Kadmium Sulfida (CdS) Dengan Menggunakan Elektrodeposisi dan Sulfurisasi untuk azAT Warna Metilen Biru Secara Fotoelektrokimia. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
03 Halaman Pengesahan.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
05 Daftar Isi.pdf Download (477kB) |
|
|
Text
09. Abstrak (Bahasa Indonesia).pdf Download (395kB) |
|
|
Text
10. Abstrak (Bahasa inggris).pdf Download (287kB) |
|
|
Text
11. BAB I.pdf Download (409kB) |
|
|
Text
16. Daftar Pustaka.pdf Download (308kB) |
Abstract
Kadmium sulfida adalah senyawa anorganik dengan rumus CdS, berupa
padatan berwarna kuning yang tidak larut dalam air. Beberapa aplikasi kadmium
sulfida (CdS) digunakan sebagai fotoanoda pada water splitting, photo fuel cell,
layer di sollar cell dan untuk degradasi zat warna. Pewarna sintetis seperti
methylene blue (MB) merupakan zat warna dasar yang sangat penting dalam proses
pewarnaan kulit, kain katun, tannin dan relatif murah dibandingkan pewarna
lainnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan sintesis kadmium sulfida
menggunakan metode elektrodeposisi dan sulfurisasi untuk destruksi zat warna
secara fotoelektrokimia.
Penelitian ini terdiri atas 4 tahap: Tahap ke-1 meliputi elektrodeposisi
kadmium (Cd) pada substrat kaca lapis tipis Flourine–dopedtin oxide (FTO). Tahap
ke-2 adalah proses sulfurisasi dengan variasi sumber sulfurisasi (sulfur, thiourea
dan hidrogen sulfida) dalam furnace sehingga diperoleh CdS. Tahap ke-3 yakni
karakteriasasi dan uji dengan X-ray Difraction (XRD), Scanning Electron
Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX), Diffuse Reflectance
Spectrocopy UV-Visible (DRS UV-Vis), Raman, XPS dan Linear Sweep
Voltammetry (LSV). Tahap ke-4 sampel digunakan untuk proses degradasi zat
warna metilen biru menggunakan elektolit NaOH.
Hasil penelitian menunjukkan sampel berwarna kehitaman setelah proses
elektrodeposisi Cd pada kaca lapis tipis FTO. Pengukuran fotoarus CdS pada
tegangan 0,8 V untuk sulfur, thiourea dan hidrogen sulfida sebesar 1,57, 0,44
dan 0,99 mA/cm-2. Pada difraktogram menunjukkan adanya CdS dengan ukuran
rata-rata kristal sebesar 11,27 dan 13,20nm berturut-turut untuk CdS dengan
sumber sulfur dan thiourea sedangkan untuk hidrogen sulfida bersifat amorf. Hasil
karakterisasi dengan SEM menunjukkan ukuran partikel CdS sebesar 3,5, 4,4 dan
3,7μm berturut-turut untuk CdS dengan sumber sulfur, thiourea dan hidrogen
sulfida. Energi celah pita hasil analisis sebesar 1,94, 2,12 dan 2,11 eV berturut-turut
untuk CdS dengan sumber sulfur, thiourea dan hidrogen sulfida. Kemampuan CdS
dalam mendegradasi zat warna metilen biru dengan elektrolit NaOH sampel sulfur
diperoleh degradasi 52,21, thiourea 28,17 dan H2S sampai pada 40,79%.
Kata kunci: Kadmium Sulfida, Flourine–doped tin oxide,
elektrodeposisi,sulfurisasi, metilen biru
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:16 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44955 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
