APRILLINA, DHITA (2025) ANALISIS TINGKAT INFEKSI PARASIT Nematopsis sp. SERTA KONDISI HISTOPATOLOGI KERANG DARAH (Anadara granosa) BUDIDAYA DI DESA BEDONO DAN DESA TIMBULSLOKO, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK (25da405). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Dhita Aprillina 25da405 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Potensi gangguan patogen menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam
mengelola kesehatan kerang. Nematopsis sp. adalah salah satu parasit protozoa
yang umumnya ditemukan dalam bentuk ookista pada tubuh kerang. Meskipun
infeksinya pada kerang darah budidaya di Indonesia belum banyak dilaporkan
karena gejalanya yang ringan, infeksi kronis tetap berpotensi menimbulkan dampak
negatif terhadap kondisi kerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
infeksi Nematopsis sp. pada kerang darah budidaya di Desa Bedono dan Desa
Timbulsloko serta mengkaji perubahan kondisi histopatologi yang terjadi. Metode
yang digunakan yaitu eksploratif untuk dianalisis secara deskriptif dan statistik
menggunakan uji-t dan Mann-Whitney di beberapa parameter pengamatan.
Hasil pengukuran morfometri menyatakan bahwa nilai bobot total, panjang,
lebar, dan tebal kerang relatif serupa dan tidak ada perbedaan yang signifikan (p ≥
0,05), sedangkan bobot tanpa cangkang dikatakan berbeda signifikan (p < 0,05).
Perbedaan yang signifikan juga terjadi pada intensitas dan prevalensi Nematopsis
sp. antara Desa Bedono dengan Desa Timbulsloko (p < 0,05). Nilai prevalensi
Nematopsis sp. pada kerang asal Desa Bedono yaitu 53,33 – 93,33% dengan
intensitas antara 8,88 – 41,86 ind/ekor. Sementara itu, prevalensi Nematopsis sp.
pada kerang asal Desa Timbulsloko sebesar 100% dengan intensitas mencapai
hingga 760,80 – 1.126,40 ind/ekor. Perubahan dan kerusakan struktur jaringan pada
mantel, insang, dan kelenjar pencernaan hanya terjadi pada bagian area tertentu dari
organ. Hipertrofi sel pada jaringan ikat mantel diikuti dengan kompresi dan
disorganisasi di sekitar area infeksi. Sumbatan ookista pada lumen insang
mempengaruhi susunan epitel filamen sekitarnya hingga menjadi tidak teratur
bahkan mengalami perubahan struktur epitel dari kolumnar menjadi sel skuamosa.
Selain itu, terdapat jaringan ikat padat yang mengelilingi ookista di kelenjar
pencernaan, diduga sebagai indikasi respons imun pada tahap awal infeksi.
Sementara itu, tidak terdeteksi adanya perubahan atau kerusakan jaringan pada
organ kaki. Pengukuran kualitas air, meliputi salinitas, pH, dan DO layak untuk
mendukung kehidupan kerang darah. Namun, suhu di seluruh lokasi melebihi
kisaran optimal kerang darah. BOT antara Desa Bedono dan Desa Timbulsloko
mengalami perbedaan yang signifikan (p < 0,05). BOT pada tambak di Bedono
tergolong rendah dan sedang. Sementara itu, BOT pada tambak di Timbulsloko
tergolong tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anadara granosa, Demak, Histopatologi, Intensitas, Nematopsis sp., Prevalensi, Sayung |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 07:47 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 07:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44950 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
