Search for collections on Undip Repository

KANDUNGAN LOGAM BERAT ARSEN (As) PADA AIR DAN KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN TAMBAK LOROK, SEMARANG (25dik395)

FIRDAUS, GHULAM (2025) KANDUNGAN LOGAM BERAT ARSEN (As) PADA AIR DAN KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN TAMBAK LOROK, SEMARANG (25dik395). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Ghulam Firdaus 25dik395 FULL.pdf] Text
Ghulam Firdaus 25dik395 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tambak Lorok sebagai sentra budidaya kerang hijau (Perna viridis) terbesar
Jawa Tengah menghadapi tekanan pencemaran berat akibat aktivitas
antropogenik intensif. Studi terdahulu membuktikan kontaminasi logam berat di
perairan ini, seperti kadar timbal (Pb) pada kerang hijau mencapai 13,448
mg/kg (melebihi baku mutu) dan kadmium (Cd) pada sedimen sebesar 1,649
mg/kg. Namun, data arsen (As) sebagai polutan karsinogenik masih terbatas,
padahal kawasan ini menerima limpahan limbah industri Terboyo, PLTU batubara,
dan limbah domestik melalui Banjir Kanal Timur/Barat yang mengandung senyawa
arsen trioksida (As₂O₃). Penelitian ini menganalisis kandungan arsen pada air laut
dan jaringan kerang hijau di tiga stasiun (Banjir Kanal Timur, Pelabuhan Tanjung
Emas, Banjir Kanal Barat) pada Januari 2025. Metode deskriptif-analitik
digunakan dengan pengambilan sampel air secara komposit dan kerang hijau
langsung dari rumpon budidaya. Analisis arsen dilakukan dengan Atomic
Absorption Spectrophotometry (AAS) Shimidzu AA-7000 (sensitivitas 0,003
ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan arsen (As) dalam air laut
di Tambak Lorok terdeteksi <0,003 mg/L (di bawah batas akurasi alat AAS), nilai
yang masih berada di bawah baku mutu 0,012 mg/L menurut PP No. 22 Tahun
2021. Pada kerang hijau (Perna viridis), akumulasi arsen berkisar antara 0,428–
0,447 mg/kg masih
di
bawah
ambang
sebesar 1 mg/kg. Nilai Bioconcentration
aman
SNI
Factor (BCF) arsen
7387:2009
142–149
mengindikasikan kemampuan akumulasi arsen tingkat sedang dari lingkungan
perairan oleh kerang hijau. Berdasarkan kadar arsen tersebut, batas aman konsumsi
mingguan (Maximum Tolerable Intake) ditetapkan sebesar 0,50–0,53 kg untuk
anak-anak (berat 15 kg) dan 2,01–2,10 kg untuk dewasa (berat 60 kg). Meskipun
kadar arsen masih dalam batas aman, tingginya aktivitas industri dan dinamika
hidrologi di Tambak Lorok berpotensi meningkatkan akumulasi arsen jangka
panjang. Pemantauan berkala dengan instrumen berpresisi tinggi (ICP-MS) dan
pengendalian limbah industri direkomendasikan untuk menjamin keberlanjutan
ekosistem dan keamanan pangan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Arsen; Kerang Hijau; Tambak Lorok
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 10 Feb 2026 07:14
Last Modified: 10 Feb 2026 07:14
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44931

Actions (login required)

View Item View Item