Wulansari, Cahya Putri (2024) INKULTURASI - TRANSFORMASI SPIRITUALITAS KRISTEN JAWA OLEH TUNGGUL WULUNG DI KAWASAN MURIA (Studi Kasus di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Banyutowo). Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.
|
Text
Skripsi - Cahya Putri Wulansari (revisi final).pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Skripsi ini disusun dengan tujuan menganalisis inkulturasi yang dilakukan oleh Tunggul Wulung dan Badan Misi Belanda beserta dengan perubahan yang terjadi, secara khusus di GITJ Banyutowo. Penelitian ini dihubungkan dengan teori evolusi agama oleh Edward B. Tylor dan teori-teori agama baik dari Geertz maupun Durkheim. Ketiga pencetus teori yang berkaitan dengan agama ini bersepakat bahwa keberadaan agama berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat para pemeluknya. Penelitian ini akan membahas tentang, pertama, bagaimana perkembangan agama Kristen di Kawasan Muria, kedua, bagaimana peran Tunggul Wulung sebagai penginjil pribumi dengan inkulturasi yang dilakukan di Banyutowo, ketiga, apa saja perubahan yang terjadi kepada jemaat di Banyutowo selama kurun waktu dibukanya desa tersebut sampai pada saat ini. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi dan historis dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian didapatkan dengan observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dokumentasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana transformasi spiritualitas terjadi akibat datangnya kekristenan di Indonesia, selain dari pada itu, peran pemimpin jemaat juga berpengaruh dalam cepat lambatnya perubahan spiritualitas yang terjadi. Jemaat di Banyutowo pada awal terbentuknya adalah penganut Kristen Jawa, orang-orang Kristen yang masih melakukan praktek ritual kebudayaan Jawa. Saat ini, jemaat di Banyutowo telah berubah ke arah modern dengan bergantinya liturgi ibadah, doa-doa yang berbunyi seperti rapal, hilangnya ngélmu, dan slametan setelah bergabung dengan sinode GITJ. Perubahan ini tidak membuat jemaat kehilangan jati diri sebagai orang Jawa, mereka tetap meyakini kekristenan dengan gaya Jawa, contohnya dengan membuat Ambengan Agung sebagai pengingat adanya Kristen Jawa di Banyutowo.
Kata Kunci: Inkulturasi, Kristen Jawa, Tunggul Wulung, Evolusi Agama
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 06:42 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 06:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44923 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
