Search for collections on Undip Repository

LAKI-LAKI JUGA KORBAN PATRIARKI: PENGALAMAN KONTRADIKTIF LAKI-LAKI GAY TERHADAP DINAMIKA PATRIARKI MASYARAKAT JAWA (STUDI KASUS ANGGOTA KOMUNITAS GAYA SEMARANG)

Rahmasari, Annisa (2024) LAKI-LAKI JUGA KORBAN PATRIARKI: PENGALAMAN KONTRADIKTIF LAKI-LAKI GAY TERHADAP DINAMIKA PATRIARKI MASYARAKAT JAWA (STUDI KASUS ANGGOTA KOMUNITAS GAYA SEMARANG). Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of Skripsi-Annisa Rahmasari-13040220120017-Input CD.pdf] Text
Skripsi-Annisa Rahmasari-13040220120017-Input CD.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tidak hanya menciptakan penderitaan bagi perempuan, ternyata laki-laki juga menanggung kesengsaraan akibat stereotip dan ekspektasi maskulinitas ideal khas patriarki. Tidak jarang laki-laki yang mengalami pengalaman kontradiktif atas maskulinitas mereka. Dibandingkan pada laki-laki cishet, pengalaman kontradiktif merupakan fenomena kolektif bagi individu gay karena identitas gender dan seksual mereka berseberangan dengan norma patriarki. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menggali pengalaman kontradiktif yang dialami kelima anggota komunitas Gaya Semarang sebagai gay yang tinggal di lingkungan masyarakat Jawa yang masih menerapkan norma patriarki dalam setiap sendi kehidupan. Selain itu, akan ditunjukkan juga cara mereka bersikap resilien untuk mengatasi penderitaan atas homonegativitas yang mereka terima. Setelah melakukan analisis dengan teori hegemoni maskulinitas milik Connell, jelas bahwa individu gay dianggap sebagai bentuk pertentangan terhadap patriarki sebab homoseksualitas mereka telah melanggar heteronormativitas dan hegemoni maskulinitas. Kontradiksi itu membuat mereka dipandang sebagai anomali, penyimpang, dan diposisikan sebagai subordinat dalam hierarki maskulinitas dan menjadikan mereka target homonegativitas. Penolakan, pengusiran, stigmatisasi, diskriminasi, dan kekerasan berbasis SOGIESC adalah contoh homonegativitas yang pernah para informan terima. Perlakuan sedemikian buruk itu telah menimbulkan sakit hati, perasaan teralienasi secara sosial, stres karena tekanan sosial, juga stres minoritas. Untungnya, mereka tidak pasrah dalam penderitaan dan berusaha beradaptasi dengan mengembangkan sikap resiliensi dengan perlawanan, penghindaran, optimisme, dukungan sosial, dan pemertahanan maskulinitas secara positif.
Kata kunci: individu gay, patriarki, pengalaman kontradiktif, hegemoni maskulinitas, homonegativitas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 10 Feb 2026 06:34
Last Modified: 10 Feb 2026 06:34
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44920

Actions (login required)

View Item View Item