Search for collections on Undip Repository

REPRESENTASI KARAKTER TOKOH DEWI SUSILAWATI DALAM SERAT SALOKANTARA KARYA KGPAA IV: SUNTINGAN TEKS DISERTAI KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE

Darajati, Novia Wahyu (2025) REPRESENTASI KARAKTER TOKOH DEWI SUSILAWATI DALAM SERAT SALOKANTARA KARYA KGPAA IV: SUNTINGAN TEKS DISERTAI KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE. Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of FILE SKRIPSI NOVIA WAHYU DARAJATI.pdf] Text
FILE SKRIPSI NOVIA WAHYU DARAJATI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Manuskrip Serat Salokantara merupakan karya sastra Jawa yang di dalamnya mengandung makna dan simbol. Teks ini mengisahkan seorang raja bernama Prabu Darmapati dengan dua putrinya, Dewi Susilawati dan Darmawati. Tokoh Dewi Susilawati lebih ditekankan, sebab selain menjadi calon pewaris takhta, ia juga memiliki peran penting dalam alur cerita, terutama mengenai keputusannya dalam menunda pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi tokoh Dewi Susilawati melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Metode yang digunakan, yaitu metode pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui tahap studi pustaka dan studi lapangan. Dalam kajian ini menggunakan pendekatan filologi dan semiotika Riffaterre. Peneliti menemukan beberapa kesalahan dalam proses penyuntingan teks, yaitu satu kesalahan ditografi, enam kesalahan substitusi dan satu kesalahan omisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penyuntingan teks dan terjemahannya berhasil disusun sesuai dengan kaidah filologi; (2) melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik ditemukan makna dan simbol dalam teks Serat Salokantara; (3) analisis hermeneutik menunjukkan empat aspek utama yang dirumuskan Riffaterre, hipogram aktual, hipogram potensial, matriks dan model. Hipogram aktual dari Serat Salokantara adalah Serat Centhini yang memuat nilai ketuhanan, menekankan kepasrahan kepada Tuhan, nilai moral berupa kesopanan dalam menghormati orang tua, serta nilai gender yang mempresentasikan perempuan sebagai subjek yang memiliki hak dalam memilih pasangan hidup. Hipogram potensial dimaknai berdasarkan konteks sosial budayanya. Dalam Serat Salokantara mengungkap bagaimana peran tokoh Dewi Susilawati memberikan pesan terhadap perempuan di sepanjang masa, bahwa ketika memilih pasangan jangan hanya dilihat dari kedudukan, harta dan fisiknya saja, tetapi juga sifat, perilaku serta tanggung jawab yang dimiliki. Matriks dan model penelitian ini dibagi menjadi tiga pupuh, sesuai dengan isi pupuh dari Serat Salokantara, Dhandhanggula, Kinanthi dan Mijil; (4) simbol dan makna tersebut kemudian mengungkap representasi tokoh perempuan bernama Dewi Susilawati.
Kata kunci: Serat Salokantara, filologi, semiotika Riffaterre, representasi perempuan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 09 Feb 2026 02:59
Last Modified: 09 Feb 2026 03:04
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44751

Actions (login required)

View Item View Item