Search for collections on Undip Repository

Faktor Risiko Hambatan Pertumbuhan Ekstrauterin pada Bayi Prematur

Asti, Aryan Ade Purnomo and Sarosa, Gatot Irawan and Pratiwi, Rina (2026) Faktor Risiko Hambatan Pertumbuhan Ekstrauterin pada Bayi Prematur. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Abstrak Tesis] Text (Abstrak Tesis)
ABSTRAK Faktor Risiko Hambatan Pertumbuhan Ekstrauterin pada Bayi Prematur.pdf

Download (123kB)

Abstract

Latar Belakang: : Bayi prematur merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu komplikasi penting pada bayi prematur adalah pertumbuhan ekstrauterin terhambat (PEUT), yang berdampak terhadap luaran jangka panjang. Faktor risiko PEUT bersifat multifaktorial, namun data di Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pertumbuhan ekstrauterin terhambat pada bayi prematur.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain case–control terhadap bayi prematur yang dirawat di NICU RSUP Dr. Kariadi periode Desember 2024–Oktober 2025. Sebanyak 101 subjek memenuhi kriteria inklusi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square/Fisher dan dilanjutkan dengan regresi logistik multivariat metode backward untuk menentukan faktor prediktor independen.
Hasil : Dari 101 subyek penelitian, terdapat 65 bayi (64,35%) dengan PEUT dan 36 bayi (35,65%) tanpa PEUT. Bayi dengan PEUT memiliki usia gestasi lebih rendah (31,94 ± 2,51 vs 33,36 ± 2,42 minggu), lama rawat lebih panjang (24,32 ± 7,80 vs 20,83 ± 6,57 hari), dan status pertumbuhan lebih buruk baik saat lahir maupun saat pulang. Rerata skor Fenton saat discharge pada kelompok PEUT adalah –2,07 ± 1,25 SD dengan persentil terbanyak P3–<P10 (38,5%), sedangkan pada kelompok non-PEUT –0,60 ± 1,99 SD dengan persentil terbanyak P10–<P50 (72,2%). Pada analisis bivariat, faktor yang berhubungan bermakna dengan PEUT adalah usia gestasi, sepsis, NEC, penggunaan ventilator mekanik, dan lama rawat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sepsis (AOR 14,07; IK 95% 4,80–41,22), NEC (AOR 10,21; IK 95% 2,41–43,30), dan penggunaan ventilator mekanik (AOR 3,37; IK 95% 1,08–10,49) merupakan faktor risiko independen terjadinya PEUT, sedangkan usia gestasi yang lebih tinggi bersifat protektif (AOR 0,27; p=0,049).
Kesimpulan: Usia gestasi, sepsis, NEC, dan penggunaan ventilator mekanik merupakan faktor risiko independen utama terjadinya PEUT pada bayi prematur.

Kata kunci: Bayi prematur; pertumbuhan ekstrauterin terhambat; sepsis; ventilator mekanik; faktor risiko

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bayi prematur; pertumbuhan ekstrauterin terhambat; sepsis; ventilator mekanik; faktor risiko
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 09 Feb 2026 02:28
Last Modified: 09 Feb 2026 02:28
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44736

Actions (login required)

View Item View Item