Search for collections on Undip Repository

PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES PADA 25 UNIT PENGOLAHAN BANDENG DURI LUNAK DI SEMARANG DAN PENETAPAN PRIORITAS PERBAIKAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (25dt332)

WIBISONO, NANDACITTA DZIQRULHAQ (2025) PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES PADA 25 UNIT PENGOLAHAN BANDENG DURI LUNAK DI SEMARANG DAN PENETAPAN PRIORITAS PERBAIKAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (25dt332). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Nandacitta Dziqrulhaq Wibisono 25dt332 FULL.pdf] Text
Nandacitta Dziqrulhaq Wibisono 25dt332 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Keanekaragaman UMK di Jawa Tengah salah satunya adalah bandeng duri
lunak yang menjadi makanan khas Kota Semarang. Pertumbuhan dan maraknya
industri bandeng duri lunak di Kota Semarang diikuti dengan jumlah sarana
produksi. Data yang didapatkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa
Tengah, diketahui bahwa terdapat 162 UMK di Kota Semarang yang tercatat
memproduksi bandeng duri lunak. Banyaknya jumlah produsen ini menunjukkan
perkembangan ekonomi dalam sektor tersebut, namun di sisi lain hal ini juga
memunculkan tantangan baru terkait konsistensi kualitas dan keamanan pangan dari
produk bandeng duri lunak. Situasi ini menegaskan pentingnya penerapan Good
Manufacturing Practices (GMP) sebagai standar dasar dalam proses produksi
bandeng duri lunak dari segi keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) serta akar
permasalahan yang terjadi dari UMK dengan nilai GMP yang rendah, dan
menentukan prioritas saran perbaikan atas penyimpangan yang terjadi pada sarana
produksi bandeng duri lunak berdasarkan metode Failure Mode and Effect Analysis
(FMEA). Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada sarana produksi
bandeng duri lunak di Kota Semarang sebagian besar mendapatkan penerapan tidak
baik. Akar masalah yang banyak terjadi di UMK antara lain manusia, komitmen
dari pemilik dan pekerja, faktor pemasaran untuk segmen pasar bawah,
keterbatasan lahan dan unit pengolahan masih menjadi satu dengan tempat tinggal,
UMK belum tersertifikasi, tidak memiliki dokumentasi dan program pengendalian
mutu, pemeliharaan dan perawatan alat, dan keterbatasan dana untuk melakukan
perbaikan sarana produksi ataupun untuk menunjang keperluan lain. Prioritas
perbaikan yang perlu dilakukan para UMK agar nilai penerapan GMP pada
keseluruhan UMK dapat lebih baik adalah ventilasi, pengendalian binatang
pengganggu, tempat penyimpanan bahan kimia, komitmen manajemen, dan
pakaian kerja dan kebersihan karyawan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Bandeng Duri Lunak, Good Manufacturing Practices, Failure Mode and Effect Analysis, Sarana Produksi, Semarang
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fishery Products Technology
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 06 Feb 2026 03:33
Last Modified: 06 Feb 2026 03:33
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44692

Actions (login required)

View Item View Item