Search for collections on Undip Repository

ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN NYAMPLUNGAN, KARIMUNJAWA UNTUK BUDIDAYA TIRAM MUTIARA (PINCTADA MAXIMA) MENGGUNAKAN ArcGIS 10.8 (25da319)

NURJANAH, LAILATUL (2025) ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN NYAMPLUNGAN, KARIMUNJAWA UNTUK BUDIDAYA TIRAM MUTIARA (PINCTADA MAXIMA) MENGGUNAKAN ArcGIS 10.8 (25da319). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Lailatul Nurjanah 25da319 FULL.pdf] Text
Lailatul Nurjanah 25da319 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Tiram mutiara (Pinctada maxima) merupakan salah satu komoditas
perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sampai saat ini belum
ada budidaya tiram mutiara yang dilaksanakan di perairan Jawa. Perairan
Nyamplungan, Karimunjawa termasuk kedalam zona perikanan berkelanjutan yang
dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya perikanan dengan ketentuan jenis
biota yang tidak berpotensi mengubah/merusak ekosistem. Keterbatasan informasi
mengenai lokasi yang sesuai untuk budidaya menjadi salah satu kendala bagi
pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lokasi perairan yang diduga
memiliki potensi untuk budidaya tiram mutiara. Parameter yang perlu
dipertimbangkan dalam penentuan lokasi budidaya yaitu parameter arus, oksigen
terlarut, kedalaman, suhu, kecerahan, salinitas, substrat dasar perairan, pH, fosfat,
nitrat. Data hasil pengukuran lapangan diintegrasikan menggunakan ArcGIS 10.8.
ArcGIS 10.8 merupakan software yang sering digunakan untuk melakukan analisis
spasial dan banyak diterapkan pada bidang akuakultur untuk melakukan analisis
kesesuaian perairan. Berdasarkan integrasi kesesuaian perairan, dengan total luas
wilayah penelitian yaitu seluas 1.061,33 ha, luas perairan yang tergolong kedalam
kelas sangat sesuai (S1) untuk budidaya tiram mutiara (P. maxima) metode long line
seluas 5,62 ha (0,53%); kelas sesuai (S2) seluas 876,67 ha (82,58%); dan kelas tidak
sesuai (S3) memiliki luas wilayah sebesar 179,34 ha (16,89%). Taka Malang
merupakan wilayah konservasi terumbu karang, dimana pada zona tersebut tidak
diizinkan untuk area budidaya dengan luas wilayah 30 ha (2,82%). Berdasarkan
hasil analisis daya dukung perairan sebesar 30% pada wilayah S1 dan S2, maka luas
perairan yang dapat digunakan untuk budidaya mutiara seluas 264,68 ha, yang
mampu memproduksi 800 ind/unit atau 476 ind/ha dengan total produksi tiram
mutiara 106.400 individu.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tiram mutiara, Kesesuaian Perairan, Sistem Informasi Geografis, Karimunjawa
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 05 Feb 2026 04:21
Last Modified: 05 Feb 2026 04:21
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44637

Actions (login required)

View Item View Item