Search for collections on Undip Repository

PENGALAMAN DAN STIGMA PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK MELALUI PERSPEKTIF GENDER: STUDI KASUS SOLO-DINING MAHASISWI DI TEMBALANG

Fatimatuzzahra, Cut (2025) PENGALAMAN DAN STIGMA PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK MELALUI PERSPEKTIF GENDER: STUDI KASUS SOLO-DINING MAHASISWI DI TEMBALANG. Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of (FOR CD) FIX FINAL_SKRIPSI CUT FATIMATUZZAHRA - 13040221140124 (1).pdf] Text
(FOR CD) FIX FINAL_SKRIPSI CUT FATIMATUZZAHRA - 13040221140124 (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Karena adanya pembagian ruang dan gender secara tradisional dalam masyarakat yang menempatkan perempuan sebagai individu yang selayaknya berada di ranah domestik dan laki-laki yang diasosiasikan dengan ruang publik, maka perempuan yang memilih untuk melakukan solo-dining cenderung masih mendapatkan stigma atau pandangan negatif dari orang lain. Stigma tersebut pun diperparah dengan adanya budaya komunalisme dan tingginya nilai solidaritas dan kebersamaan yang terdapat dalam masyarakat Indonesia yang kemudian juga berdampak kepada praktik makan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tentang apa saja motivasi serta faktor yang memengaruhi mereka untuk melakukan solo-dining dan juga melihat berbagai pengalaman yang para perempuan alami, secara khususnya adalah mahasiswi di Universitas Diponegoro, ketika melakukan solo-dining di Tembalang. Penelitian ini juga menggunakan teori Stigma oleh Erving Goffman dan performativitas gender oleh Judith Butler sebagai pisau analisis dan informan yang menjadi subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun Tembalang memiliki lingkungan yang dinilai cukup progresif, namun praktik solo-dining oleh para mahasiswi masih kerap menghadapi stigma dalam berbagai bentuk dari para masyarakat yang kemudian memunculkan pengalaman yang kurang nyaman terhadap informan, mulai dari adanya stereotip, tatapan dari lingkungan sekitar, percakapan dan interaksi yang tidak nyaman dengan orang asing, hingga pelecehan seksual. Temuan ini memperlihatkan bagaimana norma sosial dan budaya patriarki masih memengaruhi persepsi terhadap perempuan di ruang publik dan menunjukkan bagaimana solo-dining juga dapat menjadi bentuk ekspresi dari performativitas gender yang menantang norma sosial dan menegaskan dirinya sebagai individu yang berhak menentukan pilihan, menikmati ruang, dan mengontrol tubuh serta kehidupannya sendiri.
Kata kunci: Solo-dining, Mahasiswi, Stigma, Ruang Publik, Tembalang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 03 Feb 2026 05:15
Last Modified: 03 Feb 2026 05:15
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44458

Actions (login required)

View Item View Item