PRAMUDYA, SUKMA (2025) INTEGRASI ETNOBOTANI DAN STRUKTURALISME DALAM EKOSISTEM JAMU MASYARAKAT KELURAHAN WONOLOPO, KECAMATAN MIJEN, KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.
|
Text
Sukma Pramudya_13040221130070.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Sukma Pramudya_13040221130070.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini menggambarkan ekosistem jamu di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Semarang, dengan memadukan kajian etnobotani dan pembacaan strukturalisme. Latar permasalahan berangkat dari alih fungsi lahan di sekitar BSB yang mengurangi kemandirian bahan baku dan mendorong ketergantungan pada pasok lintas daerah. Tujuan penelitian adalah memetakan klasifikasi tanaman yang dipakai, menjelaskan pewarisan pengetahuan etnobotani di tingkat rumah tangga paguyuban sekolah dan TOGA, menganalisis rantai produksi dari hulu ke hilir, serta membaca keputusan tanam racik dan distribusi melalui pasangan nilai yang berulang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam dengan produsen, penelusuran rute jual, serta dokumentasi proses produksi. Hasil menunjukkan bahwa spesies inti yang menopang produksi adalah kunyit, kencur, jahe, temulawak, dan sirih, sementara TOGA dan kebun rumah berfungsi sebagai penyangga kecil dan ruang edukasi. Di dapur produksi, etika bersih dan kotor komunitas menjadi tanda mutu yang dibaca pelanggan, namun persyaratan teknis SPP-IRT seperti pemisahan ruang dan kapasitas masih menjadi kendala sehingga label resmi belum digunakan pada penjualan harian. Pada hilir, pemasaran bertumpu pada kedekatan sosial melalui rute keliling dan kios pasar, dengan penceritaan singkat tentang asal bahan dan kebersihan alat untuk membangun kepercayaan. Dengan kacamata strukturalisme, keputusan harian dipandu oleh pasangan nilai manis dan pahit, harian dan terapi, lokal dan luar, lisan dan dokumen, serta rumah tangga dan standar formal. Ketegangan di antara pasangan itu diredakan oleh penengah seperti paguyuban, TOGA dan rumah kaca, mesin pengering, catatan proses sederhana, dan penceritaan di titik jual. Studi ini merekomendasikan penguatan penyangga lokal melalui jejaring pasok paguyuban, pencatatan proses yang ringkas, perbaikan bertahap tata ruang produksi, skema regenerasi yang memberi pengakuan bagi pemuda, serta advokasi zonasi ruang tanam di tepi BSB agar pasokan kembali bertumpu pada sumber lokal yang berkelanjutan.
Kata kunci: etnobotani, pengetahuan lokal, jamu, rantai pasok, strukturalisme, pemasaran berbasis kearifan lokal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 04:15 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 04:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44447 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
