Adira, Shafa Pradnya (2025) TRANSFORMASI NILAI DAN TRADISI: STUDI LIMINALITAS PADA KELOMPOK MUALAF MASYARAKAT ADAT BADUY LUAR DI DESA KANEKES, KECAMATAN LEUWIDAMAR, KABUPATEN LEBAK, BANTEN. Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.
|
Text
SHAFA PRADNYA ADIRA_13040221140074_TRANSFORMASI NILAI DAN TRADISI STUDI LIMINALITAS PADA KELOMPOK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya jumlah masyarakat
Baduy Luar yang memilih untuk berpindah agama dari Sunda Wiwitan ke Islam.
Isu ini menimbulkan dilema identitas, sebab perpindahan agama tidak hanya
dimaknai sebagai perubahan keyakinan spiritual, tetapi juga sebagai keterputusan
dari jaringan kosmologis adat dan aturan karuhun yang telah diwariskan turuntemurun.
Dalam konteks sosial, mualaf Baduy sering mengalami perasaan terasing
dan praktik othering dari komunitas adat, yang pada saat bersamaan menuntut
mereka untuk beradaptasi dengan nilai, tradisi, dan simbol baru dalam komunitas
Muslim. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Kanekes, Kecamatan
Leuwidamar, Kabupaten Lebak dengan menggunakan pendekatan kualitatif
etnografi. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan
mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam proses konversi agama. Analisis
penelitian ini menggunakan teori liminalitas Victor Turner untuk memahami
tahapan transformasi identitas para mualaf, mulai dari fase separation, liminality,
hingga incorporation. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas informan
telah berhasil melewati fase liminalitas dan mencapai tahap incorporation, di mana
mereka tidak lagi berada dalam posisi ambigu antara adat lama dan agama baru,
melainkan sudah meneguhkan diri sebagai Muslim secara penuh. Namun demikian,
proses menuju incorporation bukan tanpa tantangan: perasaan teralienasi dari
komunitas adat, keterbatasan akses ekonomi, serta negosiasi nilai-nilai lama dan
baru menjadi dinamika utama yang mereka hadapi. Di sisi lain, terbentuknya
communitas baik yang bersifat spontan, normatif, maupun ideologis memberikan
ruang aman bagi para mualaf untuk saling menopang dan membangun kesadaran
kolektif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa konversi agama pada
kelompok mualaf masyarakat adat Baduy Luar bukan hanya persoalan spiritual,
melainkan juga fenomena sosial-kultural yang menyentuh dimensi pembangunan,
pemahaman nilai, dan kesadaran kolektif dalam menghadapi ketimpangan relasi
antara adat dan agama.
Kata kunci: Konversi Agama. Liminalitas. Masyarakat Baduy Luar.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 04:02 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 04:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44444 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
