PRIHANTORO, BAGAS (2025) JENIS SUBSTRAT DAN TINGKAT KERAPATAN MANGROVE DI DESA SAMBIROTO KABUPATEN PATI JAWA TENGAH (25dik187). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
BAGAS PRIHANTORO 25dik187 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Ekosistem hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman
mencapai 202 spesies. Wilayah Indonesia khususnya di pantai utara terdapat hutan
mangrove di sepanjang garis pantai. Provinsi Jawa Tengah memiliki kawasan
berpotensi mangrove seluas 76.929,14 hektar dimana seluruhnya berada di luar
kawasan hutan. Pantai Utara hutan mangrove mulai terkikis dengan kebutuhan
penduduk terhadap lahan. Kawasan hutan mangrove Kabupaten Pati terletak di
pesisir utara Pulau Jawa bersifat dinamis. Wilayah ini rawan terhadap abrasi, akresi,
banjir rob dan alih fungsi lahan. Hal ini karena topografi Kabupaten Pati rendah.
Hal ini dapat berdampak pada kelangsungan hidup ekosistem mangrove. Penelitian
bertujuan mengetahui jenis substrat dan kerapatan. Metode yang digunakan dengan
metode survey atau pengamatan langsung. Penentuan lokasi stasiun ditentukan
menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan perbedaan tingkat
kerapatan. Stasiun I berbatasan langsung dengan Sungai Silungonggo, stasiun II
berada didekat bibir pantai Desa Sambiroto. Pengambilan data tingkat kerapatan
mangrove dengan metode transek garis dan petak contoh (Transect Line Plot).
Transek sepanjang 30 m dari bagian terluar hingga daratan. Ukuran plot yaitu 10 m
x 10 m secara tegak lurus lalu dilakukan identifikasi mangrove yang berada dalam
plot. Pengambilan sampel sedimen menggunakan sekop dengan kedalaman 0-30
cm dari permukaan substrat lalu analisis ukuran butir dengan metode pengayakan
kering. Stasiun I diketahui bersubstrat lumpur berpasir demikian juga dengan
stasiun II berjenis substrat lumpur berpasir. Mangrove yang terdapat di Desa
Sambiroto yaitu Avicennia marina dan Avicennia alba sestelah dilakukan
identifikasi menggunakan buku identifikasi mangrove. Substrat stasiun I yang
didominasi oleh fraksi lumpur memiliki kerapatan paling tinggi yaitu 65,45% dan
5.300ind/ha, sedangkan stasiun II didominasi fraksi lumpur memiliki kerapatan
paling rendah yaitu 63,05 % dan 3.500 ind/ha. Stasiun I dan stasiun II terdiri dari
mangrove spesies A. marina dan A. alba dengan tingkat kerapatan padat. Substrat
dengan fraksi lumpur yang tinggi mampu menjadi habitat yang baik untuk
pertumbuhan mangrove.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fraksi sedimen; Kerapatan; Mangrove; Substrat. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 03:27 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 03:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44288 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
