Search for collections on Undip Repository

ADEGAN KESURUPAN DALAM PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL: STUDI PADA KELOMPOK JARANAN TURONGGO TUNGGAK SEMI DI JURANG BLIMBING

Sakti, Pilar Bayu (2025) ADEGAN KESURUPAN DALAM PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL: STUDI PADA KELOMPOK JARANAN TURONGGO TUNGGAK SEMI DI JURANG BLIMBING. Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of PILAR BAYU SAKTI_13040221120009_ADEGAN KESURUPAN DALAM PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL STUDI PADA KE.pdf] Text
PILAR BAYU SAKTI_13040221120009_ADEGAN KESURUPAN DALAM PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL STUDI PADA KE.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Kesenian rakyat atau kerap disebut seni tradisional sering dianggap sebagai seni yang erat kaitannya dengan hal-hal magis dan ritual. Dalam praktiknya, keterlibatan ritual yang menyangkut pada kepercayaan lokal dan hal-hal magis di suatu pertunjukan seni tradisional sering terjadi. Seni Jaranan sebagai salah satu seni tradisional yang masih bertahan hingga sekarang, bagi beberapa kelompok dalam praktik pertunjukannya melibatkan ritual-ritual magis. Hal ini yang juga dilakukan oleh Turonggo Tunggak Semi selaku salah satu kelompok jaranan di Tembalang, Semarang masih aktif hingga saat ini. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesurupan yang ada pada pertunjukan jaranan oleh Turonggo Tunggak Semi menggunakan sudut pandang teori Dramaturgi milik Erving Goffman. Penelitian ini menitikfokuskan kajian pada Kelompok Jaranan Turonggo Tunggak Semi yang bertempat di Kampung Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang dengan menggunakan metode kualitatif etnografi. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang diperuntukan bagi orang- orang yang bersinggungan dengan pertunjukan jaranan, baik yang terlibat langsung maupun pihak pendukung yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor-aktor yang terlibat di panggung depan pertunjukan jaranan khususnya yang ada pada bagian kesurupan, mempresentasikan dirinya sesuai dengan peran yang disandang dalam bingkai pertunjukan. Presentasi diri yang ditunjukan ini merupakan bentuk para anggota mengikuti frame budaya yang telah mereka kenal. Tujuan dari presentasi diri tersebut adalah untuk melakukan suatu pengaturan atau manajemen kesan agar pertunjukan jaranan terlihat sakral dan otentik oleh masyarakat sebagaimana narasi yang telah berkembang saat ini. Ketika manajemen kesan ini berhasil maka pertunjukan serta kelompok jaranan Turonggo Tunggak Semi mendapatkan label oleh penonton yang sesuai dengan apa yang kelompok ini inginkan, dan salah satu faktornya adalah kesurupan dalam pertunjukannya tersebut. Dengan pelabelan yang positif melalui pertunjukan kesurupan, maka kesurupan disini dijadikan sebagai suatu strategi dalam mempertahankan keberlangsungan kelompok dan juga sebagai media pengintegrasian baik antar sesama anggota, maupun dengan penonton.
Kata kunci: kesurupan, seni jaranan, pertunjukan, manajemen kesan, dramaturgi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 02 Feb 2026 03:33
Last Modified: 02 Feb 2026 03:33
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44285

Actions (login required)

View Item View Item