Search for collections on Undip Repository

KEKERASAN SIMBOLIK PADA BANGSAWAN MAKASSAR DAN INGGRIS DALAM FILM ANAK KARAENG KARYA YUS AMIN DB DAN NOVEL PERSUASION KARYA JANE AUSTEN: KAJIAN SASTRA BANDINGAN

Anggraeni, Rezki Amelia (2025) KEKERASAN SIMBOLIK PADA BANGSAWAN MAKASSAR DAN INGGRIS DALAM FILM ANAK KARAENG KARYA YUS AMIN DB DAN NOVEL PERSUASION KARYA JANE AUSTEN: KAJIAN SASTRA BANDINGAN. Masters thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of Final Revision Tesis Rezki Amelia Anggraeni 13010223410005.pdf] Text
Final Revision Tesis Rezki Amelia Anggraeni 13010223410005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan dua karya berbeda yang melampaui batas kebudayaan dengan mengusung isu yang sama, yaitu stratifikasi sosial. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengungkapkan perbandingan kekerasan simbolik yang dialami oleh bangsawan Makassar dan Inggris akibat adanya stratifikasi sosial. Sebagaimana yang digambarkan dalam film Anak Karaeng (2018) karya Yus Amin DB dan novel Persuasion karya Jane Austen (2019). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan sastra bandingan dan sosiologi sastra dengan Anak Karaeng dan Persuasion sebagai objek material penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interpretatif atau penafsiran objektif. Untuk mejawab permasalah tersebut maka digunakan teori unsur naratif film menurut Himawan Pratista (2017) dan teori fiksi dalam perspektif Robert Stanton (1965), teori stratifikasi sosial menurut Soerjono Soekanto (1999), serta konsep kekerasan simbolik yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu. Temuan dalam penelitian ini disampaikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik yang dialami oleh kalangan bangsawan Makassar dan Inggris dalam Anak Karaeng dan Persuasion berupa kehilangan hak atas pilihan hidupnya sendiri berakar pada keberadaan stratifikasi sosial. Meskipun kedua kelompok sama-sama menampilkan bentuk perlawanan, bangsawan Inggris cenderung berhasil melepaskan diri dari pengaruh kekerasan tersebut karena struktur sosial yang berlaku adalah bentuk startifikasi sosial terbuka dan campuran. Sebaliknya, bangsawan Makassar justru terperangkap dalam struktur sosial yang kuat, dalam hal ini stratifikasi sosial tertutup, sehingga mereka tetap mengalami dampak kekerasan simbolik secara berkelanjutan seperti dikenai stigma dan dijatuhi sanksi sosial budaya sesuai hukum adat yang berlaku.
Kata Kunci: Anak Karaeng, kekerasan simbolik, Persuasion, stratifikasi sosial

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Magister of Literature
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 02 Feb 2026 03:04
Last Modified: 02 Feb 2026 03:04
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44280

Actions (login required)

View Item View Item