Search for collections on Undip Repository

WORLD COSPLAY SUMMIT [ 世界コスプレサミット] SEBAGAI SARANA DIPLOMASI BUDAYA JEPANG 「世界コスプレサミット:日本文化外交の手段として」

Tondok, Emeli Elita (2025) WORLD COSPLAY SUMMIT [ 世界コスプレサミット] SEBAGAI SARANA DIPLOMASI BUDAYA JEPANG 「世界コスプレサミット:日本文化外交の手段として」. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of DRAFT Siap Cetak_SKRIPSI_EMELI ELITA TONDOK.pdf] Text
DRAFT Siap Cetak_SKRIPSI_EMELI ELITA TONDOK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Tondok, Emeli Elita, 2025. “World Cosplay Summit [世界コスプレサミット]
sebagai Sarana Diplomasi Budaya Jepang”, Skripsi, Program Studi S-1 Bahasa
dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro,
Semarang. Dosen Pembimbing: Arsi Widiandari, S.S., M.Si.
Penelitian ini berangkat dari fenomena World Cosplay Summit (WCS) yang
sejak 2003 berkembang menjadi ajang internasional bagi penggemar budaya
populer Jepang. Lebih dari sekadar kompetisi cosplay, WCS menampilkan
kontradiksi menarik: di satu sisi menjadi acara representasi budaya populer Jepang
melalui cosplay, anime, dan manga, sementara di sisi lain turut menyisipkan
rangkaian acara pengenalan budaya tradisional Jepang kepada peserta lombanya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi penyelenggara WCS dalam
menghadirkan unsur budaya tradisional di tengah festival budaya populer, sekaligus
menelaah pengalaman peserta asal Indonesia pada periode 2015–2019.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori
Multi-Track Diplomacy jalur ketiga (business diplomacy). Data dikumpulkan
melalui wawancara dengan pihak penyelenggara dan peserta WCS, serta studi
literatur dari dokumen resmi WCS dan publikasi terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan WCS bersama WCS
Omotenashi Student Executive Committee secara konsisten memperkenalkan
budaya tradisional melalui kegiatan seperti upacara minum teh, penggunaan yukata,
kuliner lokal, dan kunjungan situs bersejarah. Studi terhadap perwakilan Indonesia
periode 2015–2019 mengungkap bahwa pengalaman tersebut memperluas
pemahaman mereka terhadap Jepang sekaligus membangun jejaring internasional.
Kontradiksi antara budaya populer dan budaya tradisional ini justru memperkaya
dimensi diplomasi budaya Jepang, karena WCS tidak hanya mempromosikan citra
modern Jepang melalui budaya pop, tetapi juga menegaskan kontinuitas nilai-nilai
tradisional dalam konteks global. Dengan demikian, WCS terbukti menjadi
instrumen diplomasi budaya non-pemerintah yang efektif dalam memperkuat
hubungan internasional melalui kombinasi budaya populer dan tradisional Jepang.
Kata kunci: World Cosplay Summit; diplomasi budaya; Jepang; kontradiksi budaya
populer-tradisional; Multi-Track Diplomacy; soft power

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 30 Jan 2026 01:43
Last Modified: 30 Jan 2026 01:43
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44141

Actions (login required)

View Item View Item