NOERMAFASARI, SHAFIRA MIRANTI (2025) KANDUNGAN FITOKIMIA DAN POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA EKSTRAK DAGING EKOR IKAN HIU YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR, BANYUWANGI (25dik166). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Shafira Miranti Noermafasari 25dik166 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dan kebutuhan ikan hiu
maka berdampak kepada peningkatan penangkapan ikan hiu. Masyarakat memburu
hiu terutama bagian siripnya karena dinilai memiliki potensi sebagai obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daging ekor ikan hiu
berpotensi sebagai agen antibakteri. Metode yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif melalui identifikasi sampel, uji fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri.
Koleksi sampel ditemukan dari Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, Jawa Timur.
Analisa dilakukan dengan identifikasi dan disimpulkan jenis yang didapatkan
melalui pengamatan morfologi. Bagian tubuh hiu yang digunakan dalam penelitian
adalah sirip ekor. Uji yang dilakukan meliputi uji fitokimia dan uji aktivitas
antibakteri. Uji fitokimia menggunakan reaksi pewarna Wagner, Liebermann –
Bunchard, HCL, FeCl3, dan bubuk magnesium. Uji antibakteri menggunakan 3
jenis bakteri yaitu Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, dan
Escherichia coli. Berdasarkan hasil dari pengamatan morfologi sampel merupakan
hiu Carcharhinus falciformis. Melalui uji fitokimia terdapat 2 kandungan senyawa
fitokimia yaitu saponin dan alkaloid. Ekstrak daging ekor C. falciformis juga
memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus yang terjadi pada waktu 24
jam, 48 jam, dan 72 jam. Hasil perhitungan dari aktivitas antibakteri menunjukkan
rata – rata diameter zona hambat yang terbentuk 1 – 3 mm termasuk dalam kategori
lemah. Hasil terbaik terbentuk pada 48 jam dengan besar zona hambat 2,10± 0,78
mm. Zona bening yang terbentuk mengalami kenaikan lalu terjadi penurunan pada
pengamatan 72 jam. Sifat antibakteri yang terbentuk dari ekstrak sirip ekor hiu C.
falciformis adalah bakteriostatik. Berdasarkan hasil yang didapatkan, hal tersebut
tidak sebanding dengan penangkapan hiu yang berlebihan. Terdapat bahan lain
yang lebih baik dan sudah teruji secara farmasi untuk digunakan sebagai obat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antibakteri, Bioaktif, Elasmobranchii, Hiu, dan Obat. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 08:10 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 08:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/44030 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
