Search for collections on Undip Repository

PERBANDINGAN NILAI QUANTITY TAKE OFF PADA PEKERJAAN BETON ANTARA METODE KONVENSIONAL DAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DI CILEGON

HIDAYAH, AINUN and PURWANDA, FIRDA RAHMA PUTRI (2025) PERBANDINGAN NILAI QUANTITY TAKE OFF PADA PEKERJAAN BETON ANTARA METODE KONVENSIONAL DAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DI CILEGON. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO; FAKULTAS TEKNIK.

Full text not available from this repository.

Abstract

Akurasi volume beton dalam perhitungan Quantity Take Off (QTO) merupakan hal
krusial dalam proyek konstruksi karena kesalahan perhitungan dapat berdampak
pada kualitas struktur dan efisiensi biaya. Metode yang dapat dilakukan dalam
perhitungan Quantity Take Off (QTO) yaitu metode konvensional dengan bantuan
Microsoft Excel dan metode Building Information Modelling (BIM) dengan
bantuan Autodesk Revit student license. Dari kedua metode tersebut, dibandingkan
dari segi proses perhitungan hingga nilai QTO yang dihasilkan. Metode
konvensional dilakukan dengan mengukur dimensi elemen struktur pada gambar
teknis 2D dan hasil pengukuran serta perhitungan volume dicatat pada worksheet
dimana proses ini sudah umum dipahami banyak orang dan tidak memerlukan
perangkat lunak khusus. Sedangkan metode BIM dilakukan dengan memodelkan
bangunan struktur 3D dan volume beton akan dihitung langsung dari model yang
telah dibuat dimana dalam prosesnya dibutuhkan keahlian dalam menggunakan
perangkat lunak BIM. Dalam proses pengukuran manual pada 2D untuk metode
konvensional lebih rawan terhadap kesalahan, seperti kesalahan membaca ukuran
sehingga dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam perhitungan volume dan
membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk pengecekan ulang. Pengukuran BIM
memungkinkan perhitungan volume beton dengan tingkat akurasi yang jauh lebih
tinggi karena setiap elemen bangunan sudah terdefinisi dengan jelas dalam model
3D, sehingga hasil perhitungan volume beton akan lebih tepat dan konsisten.
Apabila terdapat faktor human error yang memengaruhi tingkat akurasi, seperti
kesalahan menginput data, hal itu tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama
untuk pengecekan ulang. Perhitungan QTO dari kedua metode didapatkan hasil
yang relatif sama untuk volume beton pile cap, kolom, balok, dan plat lantai dengan
deviasi sangat kecil yang disebabkan oleh faktor dari pembulatan angka perangkat
lunak. Deviasi terbesar terjadi pada volume beton bored pile, yaitu sebesar 0,214%
dimana hasil BIM lebih kecil yang disebabkan oleh keberadaan “cut off pile” di tipe
family pile cap pada Revit.

Kata kunci : Quantity Take Off, Konvensional, BIM

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering > Civil Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
Depositing User: nurohmi pwk
Date Deposited: 27 Jan 2026 04:21
Last Modified: 27 Jan 2026 04:21
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43967

Actions (login required)

View Item View Item