Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PERBEDAAN KEDALAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN Caulerpa racemosa DENGAN METODE BAMBOO NET DI TAMBAK SILVOFISHERY (25da153)

CAHYANI, ANINDYA MUTIARA (2025) PENGARUH PERBEDAAN KEDALAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN Caulerpa racemosa DENGAN METODE BAMBOO NET DI TAMBAK SILVOFISHERY (25da153). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Anindya Mutiara 25da153 FULL.pdf] Text
Anindya Mutiara 25da153 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Caulerpa racemosa memiliki bentuk sama seperti anggur pada umumnya
dan hidup pada wilayah pesisir. Caulerpa racemosa merupakan salah satu jenis
ganggang hijau (Chlorophyceae) yang banyak dibudidayakan masyarakat pesisir.
Pertumbuhan C. racemosa dipengaruhi oleh kedalaman. Kedalaman merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi penyerapan cahaya matahari terhadap C.
racemosa karena berkaitan dengan fotosintesis. Budidaya C. racemosa di alam
biasanya menggunakan metode dasar (Broadcast). Namun, metode ini kurang
efektif dikarenakan penanaman C. racemosa yang terlalu di dasar sehingga
penerimaan cahaya pada metode penanaman ini kurang optimal untuk proses
fotosintesis. Hal tersebut dapat direkayasa dengan metode budidaya C. racemosa.
Rekayasa substrat merupakan upaya untuk menyediakan ruang hidup lebih luas
untuk kegiatan budidaya. Selain rekayasa substrat untuk keberlangsungan hidup C.
racemosa, rekayasa lingkungan juga diperlukan agar kualitas lingkungannya tetap
optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman penanaman
yang memberikan pertumbuhan C. racemosa terbaik yang dibudidayakan dengan
metode bambbo net di tambak silvofishery. Penelitian ini dilakukan pada September – November 2025. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan, yaitu: A (20 cm), B (40 cm), dan C (60 cm)
dengan masing-masing perlakuan diberikan bibit C. racemosa sebanyak 100gram.
Data yang diamati antara lain pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spsifik, dan
kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah A (20
cm) dengan A (20 cm) dengan pertumbuhan mutlak 500 ± 45.51gram dan SGR 3.98
± 0.17%/hari dan kualitas air masih dalam batas optimal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: C. racemosa, kedalaman, kualitas air
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 26 Jan 2026 06:11
Last Modified: 26 Jan 2026 06:11
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43881

Actions (login required)

View Item View Item