Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PENCELUPAN LARUTAN DAUN PEPAYA DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN MAS (Cyprinus carpio) (25da150)

NURDYANA, ALDILA (2025) PENGARUH PENCELUPAN LARUTAN DAUN PEPAYA DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP EMBRIOGENESIS DAN DAYA TETAS TELUR IKAN MAS (Cyprinus carpio) (25da150). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Aldila Nurdyana 25da150 FULL.pdf] Text
Aldila Nurdyana 25da150 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar
yang cukup populer di Indonesia. Telur ikan mas secara alami memiliki daya rekat
tinggi sebagai upaya adaptasi di alam agar dapat menempel pada substrat
sehingga tidak hanyut terbawa arus. Selain untuk adaptasi di habitat alam, daya
rekat telur ikan mas dapat mengganggu difusi oksigen ke dalam telur sehingga
mengganggu embriogenesis dan berdampak pada rendahnya daya tetas telur. Hal
ini terbukti dari daya tetas ikan mas secara alami sebesar 56%. Nilai optimal daya
tetas ikan mas adalah diatas 80% sehingga perlu ada upaya meningkatkan daya
tetas sebesar diatas 24%. Upaya peningkatan daya tetas mampu dilakukan melalui
pemberian enzim papain yang terkandung dalam larutan daun pepaya. Enzim
papain mampu meluruhkan glikoprotein pada lendir di permukaan telur sehingga
daya rekat menurun dan daya tetas meningkat.
Penelitian dilakukan di Pembenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT)
Ngrajek, Magelang pada bulan Desember 2024 menggunakan metode eksperimen
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan,
menggunakan larutan daun pepaya dosis berbeda yaitu A (0 ml/1 L air), B (4 ml/1
L air), C (8 ml/1 L air) dan D (12 ml/1 L air). Variabel pengamatan meliputi daya
rekat, embriogenesis, daya tetas, kelulushidupan dan kualitas air. Berdasarkan
penelitian, terdapat pengaruh berbagai dosis larutan daun pepaya terhadap
embriogenesis, daya rekat, daya tetas dan kelulushidupan pada telur yang
direndam larutan daun pepaya. Hasil terbaik pada embriogenesis, daya rekat dan
daya tetas pada pencelupan dosis 12 ml/1 L air (D) yang mampu mulai
menetaskan telur paling cepat pada jam ke-32, menghasilkan daya rekat sebesar
61±3,97% dan daya tetas sebesar 72±3,12%. Kelulushidupan paling optimal
didapatkan dari perlakuan dosis 12 ml/1L air (D) dan 8 ml/1L air (C) dengan nilai
82,22±1,89% dan 80,52±2,25%. Dosis 8 ml/1 L air (C) mulai penetasan telur pada
jam ke-32, menghasilkan daya rekat sebesar 67,67±2,52% dan daya tetas sebesar
64,83±2,84%. Dosis 4 ml/1 L air (B) mulai penetasan telur pada jam ke-36,
menghasilkan daya rekat sebesar 73,83±2,57%, daya tetas sebesar 61,83±1,61%
dan kelulushidupan sebesar 77,65±2,14%. Perlakuan tanpa pencelupan (A) mulai
penetasan telur pada jam ke-37 dengan hasil daya rekat sebesar 86,50±3,28%,
daya tetas sebesar 56,50±3,50% serta kelulushidupan sebesar 71,49±2,44%.
Sementara kualitas air baik dari oksigen terlarut, suhu maupun pH dalam nilai
optimal sehingga mampu menunjang penetasan telur dan pemeliharaan larva.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Daya Rekat, Daya Tetas, Ikan Mas, Larutan Daun Pepaya, Telur.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 26 Jan 2026 04:15
Last Modified: 26 Jan 2026 04:15
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43867

Actions (login required)

View Item View Item