Alit, Muhammad Sunan (2023) PERANCANGAN RIGGING MODEL LIVE2D VIRTUAL AVATAR “YOONA” BERBASIS FACE TRACKING. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Judul.pdf Download (681kB) |
|
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Bab I.pdf Restricted to Repository staff only Download (85kB) |
|
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Bab II.pdf Restricted to Repository staff only Download (105kB) |
|
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (82kB) |
|
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Bab IV_big.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Bab V.pdf Restricted to Repository staff only Download (74kB) |
|
|
Text
Muhammad Sunan Alit_21120117130080_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (136kB) |
Abstract
Sejak munculnya Virtual YouTuber pertama, Kizuna AI, perusahan entertainment di Jepang
berlomba-lomba untuk mendirikan agensi yang dimana para content creator menjadi entertainer yang
mana para anggotanya menyampaikan konten sembari di balik avatar karakter anime. Virtual
YouTuber atau disingkat VTuber sekarang menjadi tren yang mana orang-orang sangat gemari baik
sebagai audience ataupun sebagai entertainer itu sendiri. Orang-orang bisa menyampaikan aspirasi
mereka tanpa perlu khawatir akan menunjukkan wajah asli. Beberapa bahkan menekuni karakter yang
diperankan seakan-akan bermain roleplay setiap saat.
Live2D merupakan teknologi yang paling sering digunakan oleh para VTuber pada umumnya.
Teknologi ini mengubah karakter flat image menjadi full motion yang dapat dikendalikan pengguna.
Live2D lebih diminati oleh banyak orang dibandingkan dengan full tracking 3D model dikarenakan
mudahnya untuk dibuat dan dipasarkan, lebih murah, serta bisa membentuk karakter yang lebih
expresif dibandingkan dengan model 3D.
Setiap pembuatan Live2D diperlukan seorang yang ahli pada pembuatanya. Rigging
merupakan pembuatan kerangka yang diterapkan ke dalam ilustrasi model Live2D sehingga model
avatar dapat bergerak mengikuti gerak gerik pengguna dari model avatar Live2D tersebut.
Kesempurnaan dari tebentuknya suatu model Live2D ditentukan dari berbagai aspek dari model
seperti jumlah layer objek, jumlah artmesh, jumlah deformer, serta teknik dari rigging yang dilakukan.
Penelitian ini menekankan pentingnya tata cara pembuatan model Live2D. Pada akhir
penelitian perancangan model Live2D telah berhasil dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari
25 total animasi yang dirancang pada model live2D “Yoona” terdapat 20 animasi sudah berhasil diuji.
Untuk yang lain, terdapat sekitar 3 animasi pada bagian mulut dan2 animasi lirikan mata yang masih
belum berhasil. Oleh karena itu hasil rigging model live2D “Yoona” memiliki rata-rata keberhasilan
80%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Live2D, Virtual YouTuber, Avatar |
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Computer Engineering |
| Depositing User: | Teknik Komputer |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 07:48 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 07:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
