Search for collections on Undip Repository

PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK SEJENIS YANG MEMILIKI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK TERKENAL (Studi Putusan MA Nomor 7 K/Pdt.Sus-HKI/2018). _015 Dagang 2019

LAKSITA, RARAS and Santoso, Budi and Njatrijani, Rinitami (2019) PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK SEJENIS YANG MEMILIKI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK TERKENAL (Studi Putusan MA Nomor 7 K/Pdt.Sus-HKI/2018). _015 Dagang 2019. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of RARAS - COVER.pdf] Text
RARAS - COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (261kB)
[thumbnail of RARAS - ABSTRAK.pdf] Text
RARAS - ABSTRAK.pdf

Download (64kB)
[thumbnail of RARAS - BAB 1.pdf] Text
RARAS - BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (164kB)
[thumbnail of RARAS - BAB 2.pdf] Text
RARAS - BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (230kB)
[thumbnail of RARAS - BAB 3.pdf] Text
RARAS - BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (74kB)
[thumbnail of RARAS - BAB 4.pdf] Text
RARAS - BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (309kB)
[thumbnail of RARAS - BAB 5.pdf] Text
RARAS - BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (111kB)
[thumbnail of RARAS - DAPUS.pdf] Text
RARAS - DAPUS.pdf

Download (73kB)

Abstract

Dalam praktek, banyak dijumpai kasus pelanggaran merek terkenal yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan besar dengan cara memalsukan atau meniru merek terkenal tersebut. Di Indonesia sendiri telah dibuat Undang-Undang yang mengatur mengenai merek secara khusus yaitu Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, yang telah digantikan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis untuk menyempurnakan perlindungan hukum kepada pemilik Merek. Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, Hak Atas Merek akan diberikan oleh negara apabila merek tersebut didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Di sini terlihat bahwa Undang-Undang Merek menganut sistem pendaftaran konstitutif, yaitu bahwa pendaftaranlah yang menciptakan hak atas merek. Salah satu sengketa pelanggaran merek yang terjadi adalah kasus merek SHARPNESS antara Hubei Yuli Abrasive Belts Group Co. Ltd dan PT. Sukses Bersama Amplasindo.
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah yuridis normatif. Data yang penulis dapat dari studi kepustakaan terkait pelanggaran merek, kemudian dikaji dan diuraikan secara sistematis berdasarkan bahan-bahan primer, sekunder, dan tersier.
Berdasarkan hasil penelitian dari Putusan MA Nomor 7 K/Pdt.SusHKI/2018 bahwa merek SHARPNESS milik PT. Sukses Bersama Amplasindo memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terkenal SHARPNESS milik Hubei Yuli Abrasive Belts Group Co. Ltd dan memiliki itikad tidak baik dalam mendaftarkan dan menggunakan merek milik Penggugat tanpa persetujuan dari pihak yang berhak. Namun, Hakim Mahkamah Agung tidak menerima permohonan kasasi pembatalan pendaftaran merek dari Hubei Yuli Abrasive Belts Group Co. Ltd karena tidak menarik Johny Bintoro Njoto sebagai pihak tergugat, sedangkan PT. Sukses Bersama Amplasindo kedudukannya hanya sebagai pembeli merek, bukan pendaftar merek yang pertama.
Demi adanya kepastian hukum bagi pihak yang dirugikan, maka mengenai sistem pendaftaran, Indonesia perlu menerapkan 2 (dua) sistem yaitu sistem konstitutif serta sistem deklaratif bagi merek terkenal yang belum terdaftar di Indonesia berdasarkan penggunaan yang telah lama dikenal dan diperlukan adanya lembaga independen yang bertugas melakukan pemeriksaan terhadap merek yang didaftarkan untuk mencegah terjadinya peristiwa peniruan atau pembajakan merek.
Kata Kunci : Merek, Pembatalan Pendaftaran Merek, Persamaan Pada Pokoknya, Merek Terkenal

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Merek, Pembatalan Pendaftaran Merek, Persamaan Pada Pokoknya, Merek Terkenal
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Mr Perpus FH1
Date Deposited: 23 Jan 2026 07:50
Last Modified: 23 Jan 2026 07:50
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43798

Actions (login required)

View Item View Item