Rhaka, Rheiwinda Amelia Dwi and HARIOSENO, HERI NUGROHO and Riansari, Anugrah (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI TERHADAP DERAJAT KONTROL GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLI PENYAKIT DALAM RSND. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (RHEIWINDA AMELIA DWI RHAKA-22010122140210-KTI-ABSTRAK)
RHEIWINDA AMELIA DWI RHAKA-22010122140210-KTI-ABSTRAK.pdf Download (166kB) |
Abstract
Pendahuluan: Salah satu jenis diabetes melitus adalah diabetes melitus tipe 2, dimana gangguannya pada reseptor sel β pankreas mengakibatkan insulin yang dihasilkan tidak berfungsi secara efektif, disebut resistensi insulin. Diabetes melitus tipe 2 tidak dapat sembuh tetapi dapat dikontrol, inilah yang disebut sebagai kontrol glikemik. Salah satu parameter kontrol glikemik adalah kadar HbA1c, dikatakan terkontrol apabila kadarnya ≤ 7%. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia juga menyatakan hanya 30% dari seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di Indonesia yang memiliki HbA1c ≤ 7%, secara data penelitian hanya terdapat 32,1% yang berhasil mencapai target kontrol glikemik. Kontrol glikemik dipengaruhi oleh banyak faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat keluarga, komplikasi, indeks massa tubuh, tekanan darah, lama terdiagnosis DMT2, macam pengobatan (medikamentosa dan nonmedikamentosa), serta ketaatan minum obat.
Tujuan: Membuktikan faktor-faktor tertentu berhubungan dengan derajat kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSND.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan secara cross sectional study. Penelitian ini berfokus pada pasien-pasien DMT2 di Poli Penyakit Dalam RSND, pasien diwawancara dan kemudian mengisi kuisioner. Kemudian, dianalisis hubungan setiap faktor-faktor tertentu dengan kontrol glikemik (kadar HbA1c).
Hasil: Terdapat hubungan yang signfikan antara jenis pengobatan medikamentosa (oral, insulin, dan kombinasi) dengan kontrol glikemik (kadar HbA1c) dengan nilai p=0,014 dan r=0,279. Sedangkan hubungan antara faktor-faktor tertentu lainnya dengan kontrol glikemik (kadar HbA1c) tidak signifikan yaitu usia (p=0,177), jenis kelamin (p=0,696), tingkat pendidikan (p=0,636), indeks massa tubuh (p=0,172), tekanan darah (p=0,235), riwayat keluarga (p=0,164), lama terdiagnosis DM (p=0,936), ketaatan minum obat (p=0,905), macam pengobatan nonmedikamentosa (kepatuhan diet (p=0,858) dan frekuensi olahraga (p=0,571), serta komplikasi (p=0,713).
Simpulan: Macam pengobatan medikamentosa (oral, insulin, kombinasi) berkorelasi signifikan dengan kontrol glikemik (HbA1c), sedangkan faktor-faktor tertentu lainnya tidak berkorelasi secara signifikan.
Kata kunci: DMT2, Kontrol Glikemik, HbA1c, Medikamentosa, Faktor-faktor Tertentu
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | DMT2, Kontrol Glikemik, HbA1c, Medikamentosa, Faktor-faktor Tertentu |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 04:42 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 04:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43747 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
