Kireina, Michiko and Budisulistyo, Trianggoro and Muhartomo, Hexanto and Belladonna, Maria (2026) PERBANDINGAN ANTARA TERAPI RADIOFREKUENSI CABANG MEDIAN DAN GANGLION RADIKS DORSALIS SARAF SPINALIS Evaluasi Perubahan Kualitas Hidup dan Intensitas Nyeri pada Pasien Hernia Nukleus Pulposus Lumbal di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak-Michiko)
abstrak_michiko.pdf Download (304kB) |
Abstract
Latar Belakang: Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan kondisi herniasi nukleus pulposus yang dapat menimbulkan nyeri punggung, radikulopati, serta gangguan sensorik dan motorik. HNP paling sering terjadi pada usia produktif, terutama pada segmen L4–L5 dan L5–S1. Penatalaksanaan konservatif umumnya efektif, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sedangkan intervensi bedah memiliki risiko komplikasi. Terapi radiofrekuensi (RF) merupakan modalitas minimal invasif yang efektif dalam menurunkan nyeri dan memperbaiki fungsi dengan risiko komplikasi yang rendah, baik melalui aplikasi pada ganglion akar dorsalis maupun cabang median saraf spinalis. Namun, perbandingan efektivitas kedua teknik tersebut masih terbatas.
Tujuan: Menganalisis perbedaan perbaikan intensitas nyeri dan kualitas hidup pada pasien HNP lumbal yang mendapatkan terapi radiofrekuensi pada ganglion akar dorsalis dan cabang median.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, pada Oktober 2025. Subjek penelitian terdiri dari 126 pasien HNP lumbal yang mendapatkan terapi radiofrekuensi pada ganglion akar dorsalis atau cabang median saraf spinalis, yang dipilih dengan metode consecutive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok.
Hasil: Rerata penurunan skor nyeri Visual Analog Scale (VAS) pada kelompok ganglion akar dorsalis adalah 3,2 ± 1,4 dan pada kelompok cabang median 3,0 ± 1,5, tanpa perbedaan bermakna (p = 0,412). Rerata perbaikan kualitas hidup berdasarkan Oswestry Disability Index (ODI) pada kelompok ganglion akar dorsalis sebesar 14,6 ± 6,8 poin dan pada kelompok cabang median sebesar 13,9 ± 7,1 poin, juga tidak berbeda bermakna (p = 0,538). Usia memiliki hubungan yang signifikan dengan perbaikan intensitas nyeri (p < 0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara terapi radiofrekuensi ganglion akar dorsalis dan cabang median terhadap perbaikan intensitas nyeri maupun kualitas hidup pasien HNP lumbal, namun usia berhubungan signifikan dengan perbaikan intensitas nyeri.
Kata kunci: Hernia Nukleus Pulposus; Radiofrekuensi; Intensitas Nyeri; Kualitas Hidup
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hernia Nukleus Pulposus; Radiofrekuensi; Intensitas Nyeri; Kualitas Hidup |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 04:40 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 04:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43736 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
