RABBANI, FARHAN RIFQI (2025) ANALISIS PENGARUH MEDIA PERENDAMAN BENANG POLYETHYLENE (PE) TERHADAP KEKUATAN PUTUS (BREAKING STRENGTH) DAN KEMULURAN (ELONGATION) (25dpt116). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Farhan Rifqi Rabbani 25dpt116 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Benang polyethylene (PE) adalah jenis serat sintetis yang terbuat dari
polietilena, sebuah polimer termoplastik yang banyak digunakan karena sifatnya
yang ringan, kuat, dan tahan terhadap berbagai bahan kimia. Benang polyethylene
(PE) digunakan secara luas dalam pembuatan alat tangkap ikan karena sifatnya
dalam hal kekuatan, ketahanan terhadap abrasi, dan daya apung. Tingkat kekuatan
putus (breaking strength) dan kemuluran (elongation) merupakan bagian penting
yang perlu diperhatikan terkait dengan ke-efektifan suatu bahan sehingga nelayan
tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk perawatan alat tangkap. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis nilai kekuatan putus (breaking strength) dan
kemuluran (elongation) serta mengkaji pengaruh perendaman terhadap kedua
parameter tersebut dengan mempertimbangkan variasi media dan durasi
perendaman. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat
studi kasus. Satuan kasus pada penelitian ini adalah benang PE 380 D/9 dalam
kondisi kering dan basah diuji untuk mengetahui tingkat nilai kekuatan putus dan
kemuluran. Tempat pengujian benang ini bertempat di laboratorium pengujian
Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) dengan persyaratan yang dari ruangan
termasuk suhu serta kelembaban ruangan sesuai dengan SNI ISO 1805:2006. Hasil
uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (<0,05) namun data
tidak bersifat homogen. Kemudian dilanjutkan uji non parametrik Friedman. Nilai
hasil uji Friedman (Assymp. Sig) pada kekuatan putus sebesar 0,000 (<0,05) dan
0,002 (<0,05) untuk kemuluran menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang
signifikan untuk kekuatan putus dan kemuluran. Hasil uji lanjutan Mann-Whitney
diperoleh nilai (Assymp. Sig) sebesar 0,000; 0,000; dan 0;000, nilai tersebut
menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan untuk kekuatan putus.
Hasil uji lanjutan Mann-Whitney diperoleh nilai (Assymp. Sig) sebesar 0,000;
0,000; dan 0,450, nilai tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata antar
perlakuan untuk kemuluran. Taraf signifikansi dalam pengambilan keputusan uji
Mann-Whitney ditetapkan kurang dari 0,05 (<0,05), yang menunjukkan adanya
perbedaan signifikan terhadap hasil tangkapan. Sebaliknya, jika nilai signifikansi
lebih dari 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang nyata.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kekuatan Putus, Kemuluran, Media Perendaman, Polyethylene |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Capture Fisheries |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 03:05 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 03:05 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43671 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
