SIMANJUNTAK, CINTYA MONIKA (2025) PENGARUH HIDOGREN PEROKSIDA (H2O2) TERHADAP TINGKAH LAKU, FREKUENSI BUKAAN OPERKULUM, TINGKAT KONSUMSI OKSIGEN, DAN KELULUSHIDUPAN BENIH Hippocampus comes SAAT TRANSPORTASI (25da103). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Cintya Monika Simanjuntak 25da103 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kuda laut merupakan salah satu spesies yang memiliki morfologi unik
sehingga sering kali dikategorikan menjadi ikan hias dengan banyak manfaat
seperti menjadi obat-obatan alami, bahkan menjadi souvenir dalam keadaan kering
atau mati. Permintaan kuda laut hidup secara global semakin meningkat baik dari
segi kuantitas serta negara tujuan ekspor. Distribusi kuda laut secara global
memakan waktu transportasi yang cukup panjang. Penanganan yang biasa
dilakukan ialah menggunakan bahan anestesi, akan tetapi hal tersebut tidak selalu
efektif. Alternatif yang dapat dilakukan selain penggunaan bahan anestesi adalah
dengan meningkatkan pasokan oksigen dalam kemasan, yang salah satu caranya
dilakukan dengan menambahkan H2O2 pada saat packing. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh H2O2 terhadap stress dan kelulushidupan benih H.
comes serta mengetahui dosis terbaik penggunaan H2O2 dalam transportasi.
Penelitian ini bersifat eksperimental untuk membutikan adanya pengaruh dari
penambahan H2O2 dalam transportasi. Rancangan penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (dosis) dan 3 kali ulangan.
Dosis yang digunakan ialah A (0 ppm), B (40 ppm), C (80 ppm), dan D (120 ppm).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian H2O2 tidak berpengaruh nyata
terhadap survival rate selama transportasi. Akan tetapi, berpengaruh nyata terhadap
frekuensi bukaan operkulum dan survival rate pemeliharaan selama 7 hari pasca
transportasi. Perlakuan C memiliki frekuensi operkulum paling optimal. Hal ini
didukung oleh nilai survival rate perlakuan C pada saat transportasi berada di angka
100% dengan pemulihan fisiologis tercepat pada masa pemeliharaan. Sehingga
disarankan untuk menggunakan dosis H2O2 80 ppm dalam transportasi benih H.
comes selama 12 jam. Kualitas air selama transportasi dan selama masa
pemeliharaan pasca transportasi masih dalam ambang batas kualitas air yang baik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hidrogen peroksida, kelulushidupan, kuda laut, stress, transportasi |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 07:44 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 07:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43646 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
