ZALSABILA, VALENTINE (2025) PENGARUH KOMBINASI Skeletonema sp. DAN Thalassiosira sp. TERHADAP PERKEMBANGAN STADIA DAN TINGKAT KELULUSHIDUPAN LARVA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) (25da99). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
VALEN FEBIROSE DIANA 25dso117 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) menjadi salah satu komoditas ekspor
unggulan dari sektor perikanan. Peningkatan produksi udang vaname (L. vannamei)
harus didukung dengan ketersediaan larva yang berkualitas. Permasalahan yang
sering terjadi pada proses pembenihan adalah menurunnya kualitas larva.
Rendahnya kualitas larva berdampak pada terhambatnya perkembangan larva
hingga meningkatkan resiko mortalitas. Penambahan kombinasi fitoplankton
Skeletonema sp. dan Thalassiosira sp. sebagai solusi untuk kelengkapan nutrisi
dalam menekan mortalitas di fase kritis larva udang vaname (L. vannamei).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kombinasi fitoplankton
Skeletonema sp. dan Thalassiosira sp. terhadap perkembangan stadia dan tingkat
kelulushidupan larva udang vaname (L. vannamei). Penelitian ini dilaksanakan di
Hatchery PT. Undip Maju, Jepara, Jawa Tengah dari tanggal 1-20 Agustus 2024.
Hewan uji yang digunakan adalah larva udang vaname pada stadia zoea 1. Metode
penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5
perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang terapkan adalah Perlakuan A (100%
Skeletonema sp. + 0% Thalassiosira sp.), B (75% Skeletonema sp. + 25%
Thalassiosira sp.), C (50% Skeletonema sp. + 50% Thalassiosira sp.), D (25%
Skeletonema sp. + 75% Thalassiosira sp.), dan E (0% Skeletonema sp. + 100%
Thalassiosira sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fitoplankton
Skeletonema sp. dan Thalassiosira sp. berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
terhadap perkembangan stadia dan tingkat kelulushidupan larva udang vaname (L.
vannamei). Perlakuan E dengan dosis 0% Skeletonema sp. + 100% Thalassiosira
sp. memberikan hasil terbaik yaitu perkembangan stadia dalam mencapai mysis 3
sebesar 100%, tingkat kelulushidupan stadia mysis 3 sebesar 69,87±0,92%, dan
tingkat kelulushidupan di akhir pemeliharaan (PL-12) sebesar 63,00±0,33%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kelulushidupan; perkembangan; Skeletonema sp.; Thalassiosira sp.; vannamei. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 06:50 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 06:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43637 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
