Search for collections on Undip Repository

Hubungan Nilai Apnea Hypopnea Index dengan Kadar Melatonin Pasien Obstructive Sleep Apnea

Yusnita, Lintang Salma and Yunika, Kanti and Suryawati, Herlina and Naftali, Zulfikar (2026) Hubungan Nilai Apnea Hypopnea Index dengan Kadar Melatonin Pasien Obstructive Sleep Apnea. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-KTI] Text (ABSTRAK-KTI)
LINTANG SALMA YUSNITA-22010122140203-KTI-ABSTRAK.pdf

Download (265kB)

Abstract

Latar Belakang: Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan tidur akibat sumbatan periodik pada jalan napas atas yang menyebabkan apnea atau hipopnea, dengan gejala utama mendengkur dan henti napas saat tidur yang ditegakkan melalui pemeriksaaan polisomnografi (PSG) dengan menilai Apnea-Hipopnea Index (AHI).1 OSA dapat menyebabkan gangguan kualitas tidur akibat hipoksia berulang yang menurunkan kadar oksigen dan mengganggu produksi melatonin serta irama sirkadian.2 Beberapa penelitian menunjukkan hubungan negatif antara kadar melatonin pagi hari dan derajat keparahan OSA, namun data terkait kadar melatonin malam hari pada pasien dengan nilai AHI masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara derajat keparahan OSA dengan kadar melatonin serum pada malam hari. Tujuan: Mengetahui hubungan derajat keparahan OSA dengan kadar melatonin pasien OSA. Metode: Penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional pada pasien OSA. Kriteria inklusi subjek penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis OSA dengan pemeriksaan polisomnografi, berusia 18-75 tahun, tidak mengonsumsi suplemen melatonin. Pemilihan subjek penelitian menggunakan metode consecutive sampling. Nilai AHI diukur melalui pemeriksaan polisombografi sedangkan kadar melatonin diukur melalui pemeriksaan sampel darah vena dengan metode ELISA. Hasil: Penelitian ini tidak menunjukan hubungan yang signifikan antara derajat keparahan dengan kadar melatonin pada pasien OSA (r=-0,282; p=0,106) baik sebelum maupun setelah dikontrol oleh variabel perancu yaitu jenis kelamin, usia dan IMT. Setelah dikontrol oleh variabel perancu, derajat keparahan OSA juga tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kadar melatonin (p=0,144). Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun secara patofisiologi terdapat keterkaitan antara hipoksia intermiten yang dialami pasien OSA dengan sekresi kadar melatonin, namun derajat keparahan OSA tidak berpengaruh secara signifikan dan tidak mempengaruhi kadar melatonin secara langsung. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat keparahan dengan kadar melatonin serum pada pasien OSA baik sebelum maupun setelah dikontrol oleh variabel perancu yaitu IMT, usia dan jenis kelamin.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Apnea-Hipopnea Index, Melatonin, Polisomnografi, Sleep Apnea
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 21 Jan 2026 08:24
Last Modified: 21 Jan 2026 08:24
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43633

Actions (login required)

View Item View Item