RAHMADANI, DIANDRA PUTRI (2026) HUBUNGAN PAJANAN PESTISIDA TERHADAP GEJALA NEUROLOGIS PADA PETANI DI DESA BANJARAGUNG KECAMATAN WARUREJA KABUPATEN TEGAL. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO DIANDRA PUTRI EDIT.pdf - Published Version Download (355kB) |
Abstract
Penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian hortikultura merupakan praktik yang umum dilakukan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman, namun paparan pestisida yang tidak aman dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya gejala neurologis akibat sifat neurotoksik bahan kimia pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pajanan pestisida dengan gejala neurologis pada petani hortikultura di Desa Banjaragung, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani hortikultura laki-laki di Desa Banjaragung sebanyak 253 orang, dengan sampel 78 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi masa kerja, jumlah jenis pestisida, durasi penyemprotan, frekuensi penyemprotan, waktu dan arah penyemprotan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penyimpanan pestisida, sedangkan variabel terikat adalah gejala neurologis yang diukur menggunakan kuesioner Q18 versi Jerman yang dimodifikasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 49 responden (62,8%) mengalami gejala neurologis dengan keluhan terbanyak berupa tangan bergetar (tremor) yang dialami oleh 75 responden (96,2%). Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berada pada kelompok usia tua (88,5%), pendidikan terakhir terbanyak adalah SD (51,3%), memiliki masa kerja ≥10 tahun (78,2%) dengan rata-rata 19 tahun, durasi penyemprotan ≥5 jam/hari (60,3%), serta frekuensi penyemprotan ≥4 kali/minggu (51,3%). Sebagian besar responden melakukan penyemprotan berlawanan arah angin (56,4%) dan seluruh responden menggunakan APD tidak memadai (tidak menggunakan minimal masker & sarung tangan). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p=0,003), durasi penyemprotan (p=0,001), dan frekuensi penyemprotan (p=0,004) dengan gejala neurologis, sedangkan waktu penyemprotan, arah penyemprotan, dan penyimpanan pestisida tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Variabel jumlah jenis pestisida dan penggunaan APD tidak dapat dianalisis karena seluruh responden menggunakan ≥2 jenis pestisida dan menggunakan APD tidak memadai. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pajanan pestisida berhubungan dengan kejadian gejala neurologis pada petani hortikultura.
Kata kunci : Pestisida, Gejala Neurologis, Petani Hortikultura
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 06:47 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 06:32 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43631 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
