BAGUS PRATAMA, MUHAMMAD IBANEZA (2025) PERENDAMAN TELUR IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus) DALAM SUSU KAMBING ETAWA DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP TELUR TIDAK LENGKET DAN DAYA TETAS TELUR (25da98). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
M Ibaneza Bagus 25da98 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Telur ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) bersifat adhesif (menempel). Hal
tersebut membuat terganggunya distribusi oksigen karena telur saling menempel,
sehingga menganggu perkembangan embrio, akibatnya telur gagal menetas. Susu
mengandung lemak yang dapat melapisi telur, sehingga dapat meningkatkan
persentase telur yang tidak lengket. Meningkatnya persentase telur tidak lengket
dapat meningkatkan daya tetasnya, sehingga kegiatan pembenihan lebih
menguntungkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman telur
ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) dalam susu bubuk kambing etawa dengan dosis
yang berbeda terhadap telur tidak lengket dan daya tetas telur, serta untuk
mengetahui dosis yang memberikan daya tetas terbaik. Susu bubuk kambing etawa
dipilih karena mengandung lemak yang dapat melapisi chorion telur, sehingga
meningkatkan nilai telur tidak lengket. Bahan uji yang digunakan adalah telur ikan
koi hasil pemijahan sebanyak 15 g setiap perlakuan dan ulangan sebanyak 1 g telur
atau sekitar 252-258 butir dan susu kambing etawa. Penelitian ini menggunakan
metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3
ulangan. Perlakuan yang diuji adalah dosis susu kambing etawa yang digunakan,
yaitu P1 (0 g/L), P2 (5 g/L), P3 (10 g/L), P4 (15 g/L), dan P5 (20 g/L). Waktu
perendaman yang selama 25 menit. Data yang diamati, meliputi persentase telur
yang tidak lengket, derajat pembuahan, daya tetas, lama waktu penetasan,
kelulushidupan larva, dan kualitas air.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ikan koi (Cyprinus
rubrofuscus) dalam susu kambing etawa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
persentase telur yang tidak lengket dan daya tetas telur. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa telur yang direndam dalam dosis P5 (20 g/L) memberikan efek
terbaik, yaitu telur tidak lengket 72,17±1,12%, derajat pembuahannya 73,60±1,16,
daya tetasnya 82.32±1,94%, lama waktu menetas 44 jam, kelulushidupan larvanya
92,49 ± 2,27, serta untuk kualitas airnya belum optimal, yaitu suhu 21.2-25.1°C,
kadar oksigen terlarut 1,8-6,1 mg/L, dan pH 8-8,16.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cyprinus rubrofuscus, daya tetas, susu, telur tidak lengket |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 06:45 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 06:45 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43630 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
