ADANI, Daud Hafidh (2026) Kajian Kelistrikan Plasma Korona Dan Penerapan Pada Percepatan Perkecambahan Jagung. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01 Cover - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (129kB) |
|
|
Text
03 Pernyataan Orisinalitas - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (426kB) |
|
|
Text
04 Halaman Pengesahan - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
06 Kata Pengantar - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
07 Daftar isi - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
12 Abstrak - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
13 Bab I - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
18 Daftar Pustaka - Skripsi Daud Hafidh Adani.pdf Download (182kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji efektivitas mengenai penerapan teknologi plasma dingin bertekanan atmosfer, khususnya lucutan korona dengan konfigurasi elektroda multipoint-to-plate, sebagai seed priming untuk meningkatkan kualitas
perkecambahan benih jagung (Zea mays L.). Tujuan utama penelitian adalah menentukan parameter operasional reaktor yang stabil melalui karakterisasi arustegangan (I-V) dan menganalisis dampak variasi durasi paparan plasma terhadap
respon fisiologis benih. Metode penelitian dilakukan secara berurutan, dimulai dengan analisis karakterisasi I-V dalam kondisi tanpa sampel dan dengan sampel biji jagung, pada variasi jarak elektroda (3 cm, 4 cm, 5 cm) untuk menetapkan
daerah operasi yang aman dari transisi spark. Selanjutnya, dilakukan perlakuan radiasi pada benih jagung varietas Baruna menggunakan tegangan 13 kV pada jarak terpilih 4 cm dengan durasi paparan 0 (kontrol), 10, 20, dan 30 menit. Hasil
karakterisasi menunjukkan bahwa jarak antar elektroda 4 cm dengan tegangan kerja 13 kV menghasilkan arus lucutan stabil sebesar 443,34 µA dalam mode glow corona, yang dinilai optimal dan aman untuk perlakuan biologis. Keberadaan benih
jagung terbukti memodifikasi medan listrik, meningkatkan arus pada tegangan rendah namun menekan pembentukan percikan pada tegangan tinggi. Pengujian biologis mengungkapkan bahwa durasi paparan 10 menit teridentifikasi sebagai
dosis optimal yang memicu efek hormesis positif, menghasilkan Indeks Perkecambahan (GI) tertinggi sebesar 2,33 dan rata-rata panjang tanaman 177,4 mm, melampaui kelompok kontrol. Sebaliknya, paparan berkepanjangan selama 20 dan 30 menit memberikan penurunan GI dan penghambatan pertumbuhan. Temuan ini menegaskan mengenai potensi plasma korona sebagai alternatif teknologi hijau yang efisien untuk pertanian modern.
Kata Kunci : Plasma Lucutan Korona, Konfigurasi Multipoint-to-Plate, Karakteristik I-V, Perkecambahan Benih, Jagung (Zea mays L.), Seed Priming
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 11:30 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 11:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43615 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
