Hendrini, Atika Rahmi and Pratiwi, Rina (2025) Efek Pemberian Makanan Tambahan Tinggi Protein terhadap Pertumbuhan Anak Stunting usia 6-59 bulan di Puskesmas Bandarharjo. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK - TESIS)
ATIKA RAHMI HENDRINI-22040322310009-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (245kB) |
Abstract
Latar belakang : Protein hewani memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, serta mempengaruhi aktivitas Faktor Pertumbuhan Insulin-1 (IGF-1) dan mTORC. Kualitas protein hewani yang rendah mempengaruhi kualitas asam amino, yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya stunting. Penyerapan protein hewani pada balita di Indonesia hanya memenuhi kurang dari 80% dari Rasio Kecukupan Protein. Nilai prevalensi stunting di Pusat Kesehatan Bandarharjo adalah 4,9%. Pemberian makanan tambahan dengan komposisi rasio energi protein (PER) 10-16% terbukti dapat meningkatkan kondisi stunting.
Tujuan : Mengetahui efek PMT tinggi protein terhadap pertumbuhan anak stunting usia 6-59 bulan di Puskesmas Bandanharjo.
Metode : Desain penelitian adalah total sampling pretest-posttest kuasi eksperimental dengan anak stunting usia 6-59 bulan. Subjek diberikan makanan tambahan dengan komposisi energi 1440 kkal, karbohidrat 220 gram, protein 25 gram, lemak 50 gram, PER 10-18% selama 90 hari dan dilakukan pengukuran berkala antropometri, food recall, kejadian infeksi, serta kepatuhan konsumsi. Uji T berpasangan digunakan untuk data terdistribusi normal dan uji wilxocon untuk data terdistribusi tidak normal. Uji korelasi Pearson digunakan untuk data parametrik dan uji spearman untuk data nonparametrik.
Hasil Penelitian : Pemberian makanan tambahan secara signifikan meningkatkan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Terdapat peningkatan pada berat badan (BW) (Δ=1,9 kg; p=0,000), tinggi badan (TB) (Δ=0,5 cm; p=0,00), skor Z BW/TB (Δ=0,06; p=0,00), dan BW/U (Δ=0,17; p=0,00). Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makanan tambahan berprotein tinggi dan peningkatan nilai WAZ dan WHZ (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada skor HAZ (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan dalam konsumsi makanan tambahan dan insidensi infeksi terhadap perubahan status gizi.
Kesimpulan : Pemberian makanan tambahan secara signifikan meningkatkan WAZ dan WHZ dalam 90 hari. Pemberian makanan tambahan dengan nilai rasio protein-energi yang tinggi meningkatkan asupan gizi anak-anak stunting berusia 6-59 bulan di Puskesmas Bandarharjo.
Kata kunci: stunting, pemberian makanan tambahan (PMT), status gizi, protein energy ratio (PER)
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: stunting, pemberian makanan tambahan (PMT), status gizi, protein energy ratio (PER) |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 08:07 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 08:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43416 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
