Ratrianti, Rachmaniar and Satoto, Bambang and Imawati, Sukma (2025) PERBANDINGAN NILAI RELATIVE CEREBRAL BLOOD VOLUME DENGAN KTRANS SEBAGAI PREDIKTOR HIGH GRADE GLIOMA: Studi menggunakan Dynamic Susceptibility-weighted Contrast-enhanced Magnetic Resonance Imaging (DSC MRI) dan Dynamic Contrast-enhanced Magnetic Resonance Imaging (DCE MRI). Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (116kB) |
Abstract
Latar Belakang. Glioma merupakan tumor otak primer tersering dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Pemeriksaan MRI perfusi memberikan alternatif non-invasif dalam menilai derajat glioma. Neoangiogenesis pada glioma menyebabkan peningkatan volume darah intratumoral yang dapat dikuantifikasi dengan parameter relative cerebral blood volume (rCBV) menggunakan DSC MRI, serta menyebabkan peningkatan permeabilitas vaskular tumor yang dapat dikuantifikasi dengan parameter Ktrans menggunakan DCE MRI. Kedua teknik ini memiliki kekuatan dan keterbatasan tersendiri dalam menilai derajat keganasan glioma. Sejalan dengan itu, berbagai studi melaporkan variasi performa diagnostik parameter rCBV dan Ktrans.
Tujuan. Membandingkan kemampuan rCBV menggunakan DSC MRI dan Ktrans menggunakan DCE MRI guna menentukan parameter yang lebih akurat dalam memprediksi high-grade glioma.
Metode. Empat puluh satu pasien suspek glioma menjalani pemeriksaan DSC MRI, DCE MRI, dan histopatologi di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama periode Januari 2024–April 2025. Nilai rCBV dan Ktrans diukur pada region of interest komponen solid tumor, kemudian dibandingkan demham derajat histopatologi. Analisis kurva receiver operating characteristic (ROC) dilakukan untuk menilai kemampuan diagnostik rCBV dan Ktrans dalam menentukan derajat keganasan glioma.
Hasil. Analisis kurva ROC menunjukkan rCBV dan Ktrans merupakan parameter yang baik dalam memprediksi high-grade glioma. Nilai cut-off rCBV ≥ 1,725 memberikan sensitivitas 96,9%, spesifisitas 88,9%, nilai prediksi positif 96,9%, nilai prediksi negatif 88,9%, dan prevalence ratio 8,7 (95% CI: 1,372–55,390) dengan AUC sebesar 0,882. Sementara itu, cut-off Ktrans ≥ 0,34 memberikan sensitivitas 90,6%, spesifisitas 66,7%, nilai prediksi positif 90,6%, nilai prediksi negatif 66,7%, dan prevalence ratio 2,7 (95% CI: 1,072–6,895) dengan AUC sebesar 0,788.
Simpulan. Nilai rCBV dan Ktrans dapat digunakan sebagai prediktor high-grade glioma. Parameter rCBV merupakan parameter terbaik dimana menunjukkan akurasi diagnostik yang lebih tinggi dibandingkan Ktrans untuk memprediksi derajat keganasan glioma.
Kata kunci: rCBV, Ktrans, DSC MRI, DCE MRI, Glioma
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | rCBV, Ktrans, DSC MRI, DCE MRI, Glioma |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 07:46 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 07:46 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
