PUTRI, WIDI DWI and Trihastuti, Nanik and Paulus, Darminto Hartono (2020) “KEBIJAKAN LARANGAN IMPOR BABI HIDUP, DAGING BABI DAN PRODUK BABI LAINNYA DARI UNI EROPA OLEH RUSIA DITINJAU DARI SANITARY AND PHYTOSANITARY (SPS) AGREEMENT”. _HI 2020. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Widi Dwi Putri - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (677kB) |
|
|
Text
Widi Dwi Putri - abstrak.pdf Download (49kB) |
|
|
Text
Widi Dwi Putri - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (213kB) |
|
|
Text
Widi Dwi Putri - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (260kB) |
|
|
Text
Widi Dwi Putri - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (240kB) |
|
|
Text
Widi Dwi Putri - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (555kB) |
|
|
Text
Widi Dwi Putri - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (60kB) |
|
|
Text
Widi Dwi Putri - dapus.pdf Download (203kB) |
Abstract
Pada tahun 2014 Rusia mengenakan kebijakan larangan impor babi hidup, daging babi dan produk babi lainnya dari seluruh negara di Uni Eropa karena adanya penyakit African Swine Fever (ASF) di negara Lituania. Kebijakan larangan impor ini dianggap sebagai European Union-wide ban oleh Uni Eropa. Uni Eropa menggugat kebijakan tersebut kepada DSB WTO dengan alasan kebijakan tersebut melanggar beberapa pasal dalam Perjanjian SPS, antara lain Pasal 2.3, 5.5, 6.1 dan 6.2 Perjanjian SPS. Berdasarkan gugatan Uni Eropa, Panel menyatakan terdapat beberapa pasal telah dilanggar Rusia dan terdapat beberapa pasal yang dianggap tidak dilanggar oleh Rusia, yaitu Pasal 5.5 dan 6.2.
Tulisan ini disusun dengan menggunakan metode yuridis normatif, yaitu penulisan yang mendasarkan pada penerapan prinsip-prinsip dan asas-asas hukum terhadap norma-norma atau peraturan-peraturan hukum positif. Tulisan ini bertujuan untuk meneliti berbagai data baik dari bahan primer maupun sekunder dan memberi pendapat yang bersifat praktis yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Rusia telah melanggar Pasal 2.3 dan 6.1 Perjanjian SPS sesuai dengan putusan DSB. Di sisi lain, Penulis tidak sependapat dengan putusan Panel yang menyatakan bahwa Rusia tidak melanggar Pasal 5.5 dan 6.2 Perjanjian SPS. Tulisan ini merekomendasikan beberapa hal, yaitu kepada Rusia bahwa pentingnya bukti ilmiah dan penilaian risiko dalam menerapkan Kebijakan SPS, kepada Uni Eropa untuk tidak
menyetujui suatu sertifikat veteriner negara importir apabila standar impor yang diberlakukan di dalam sertifikat tersebut tidak sesuai dengan standar internasional dan kepada para pihak untuk meningkatkan upaya non-litigasi dalam menyelesaikan sengketa.
Kata Kunci : Kebijakan larangan impor, Babi, Rusia, SPS Agreement
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan larangan impor, Babi, Rusia, SPS Agreement |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 06:53 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 06:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43304 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
