SIMATUPANG, JELITA NATALIA and Astuti, Puji (2026) POLA KEMITRAAN DINAS SOSIAL KOTA SEMARANG DENGAN RUMAH PINTAR BANGJO DALAM PENDAMPINGAN ANAK JALANAN. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
JELITA NATALIA SIMATUPANG_14010122120009_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (591kB) |
|
|
Text
JELITA NATALIA SIMATUPANG_14010122120009_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (362kB) |
|
|
Text
JELITA NATALIA SIMATUPANG_14010122120009_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (353kB) |
|
|
Text
JELITA NATALIA SIMATUPANG_14010122120009_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (694kB) |
|
|
Text
JELITA NATALIA SIMATUPANG_14010122120009_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (177kB) |
|
|
Text
JELITA NATALIA SIMATUPANG_14010122120009_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (183kB) |
|
|
Text
JELITA NATALIA SIMATUPANG_14010122120009_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang pendampingan anak jalanan di Kota
Semarang melalui hubungan kemitraan antara pemerintah dengan organisasi nonpemerintah. Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang membutuhkan
perlindungan, pendampingan sosial, dan akses pendidikan. Pemenuhan kebutuhan
anak diupayakan untuk dapat keluar dari siklus kehidupan di jalanan. Dinas Sosial
Kota Semarang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,
namun sebagai single actor tentu memiliki keterbatasan dalam anggaran, sumber
daya, dan jangkauan lapangan pada seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah
membutuhkan hubungan kerja sama dengan berbagai lembaga masyarakat seperti,
Rumah Pintar Bangjo. Lembaga mitra yang berperan sebagai wadah setiap anak
dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.
Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat
perekonomian dan mobilitas penduduk yang relatif tinggi. Fakta ini menjadi
penyebab tingginya angka anak jalanan. Pendampingan pertama yang dilakukan
pada tahun 2010, berhasil mencapai penurunan jumlah anak jalanan secara
signifikan sampai tahun 2025. Pencapaian ini tidak terlepas dari hubungan
kemitraan antara lembaga dalam mengatasi permasalahan pendidikan, eksploitasi
ekonomi, dan minimnya dukungan lingkungan keluarga anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan
dalam penelitian terdiri dari sembilan orang yaitu, anak-anak dampingan,
Perwakilan Dinas Sosial Kota Semarang, dan Pengurus Rumah Pintar Bangjo.
Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi
kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola kemitraan sudah
berjalan cukup efektif, namun masih terdapat kesenjangan pada aspek pengelolaan
hambatan. Orang tua yang masih meminta anaknya untuk mengamen dan
mengemis di jalanan. Oleh karena itu, pemerintah bersama organisasi nonpemerintah harus melakukan inovasi pembinaan orang tua yang lebih intensif dan
meningkatkan monitoring pendampingan pada anak, sebagai keberlanjutan
program kerja kemitraan.
Kata Kunci: Kemitraan, anak jalanan, Dinas Sosial Kota Semarang, Rumah
Pintar Bangjo.
13. Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 01:03 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 01:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43250 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
