Search for collections on Undip Repository

Hubungan Derajat Spasmofilia Dengan Sindrom Fibromyalgia pada Pasien Klinik Diagnostik Saraf RSUP Dr. Kariadi

sugiharti, ghea and Widiastuti, Widiastuti and Wati, Arinta Puspita (2025) Hubungan Derajat Spasmofilia Dengan Sindrom Fibromyalgia pada Pasien Klinik Diagnostik Saraf RSUP Dr. Kariadi. Masters thesis, universitas diponegoro.

[thumbnail of Abstrak-thesis-ghea sugiharti-neurologi] Text (Abstrak-thesis-ghea sugiharti-neurologi)
abstrak artikel tesis.pdf

Download (300kB)

Abstract

Latar Belakang: Fibromyalgia syndrome (FMS) merupakan gangguan nyeri kronik yang ditandai oleh nyeri muskuloskeletal difus, kelelahan, gangguan tidur, serta keluhan psikis seperti ansietas dan depresi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sebagian pasien FMS juga memperlihatkan tanda tetani laten atau spasmofilia, suatu keadaan hiperiritabilitas neuromuskular yang dapat terdeteksi melalui elektromiografi (EMG). Komorbiditas tersebut diduga memperberat gejala dan menurunkan kualitas hidup, namun hubungan kuantitatif antara derajat spasmofilia dan FMS masih jarang dikaji, khususnya pada populasi Indonesia.
Tujuan: Menilai hubungan derajat spasmofilia dengan sindrom fibromyalgia serta menguji pengaruh faktor perancu berupa usia, jenis kelamin, ansietas, dan depresi pada pasien poli diagnostik saraf RSUP Dr. Kariadi.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilakukan pada pasien yang menjalani pemeriksaan EMG untuk penilaian derajat spasmofilia. Keparahan fibromyalgia diukur dengan Widespread Pain Index (WPI) dan Symptom Severity Scale (SS). Ansietas dinilai menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan depresi diukur melalui Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Analisis hubungan dilakukan menggunakan korelasi dan korelasi parsial sesuai kaidah inferensial.
Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara derajat spasmofilia dan sindrom fibromyalgia (p < 0,05). Hubungan tersebut tetap signifikan setelah dikendalikan oleh usia, jenis kelamin, tingkat ansietas, dan depresi. Faktor psikologis, terutama ansietas dan depresi, memberikan kontribusi tambahan yang memperkuat intensitas keluhan dan derajat keparahan klinis pada subjek dengan komorbiditas spasmofilia–fibromyalgia.
Kesimpulan: Derajat spasmofilia berhubungan signifikan dengan sindrom fibromyalgia secara independen dari faktor demografis dan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penatalaksanaan FMS yang mencakup evaluasi neuromuskular serta asesmen kesehatan mental.
Kata Kunci: spasmofilia, fibromyalgia, elektromiografi, ansietas, depresi, WPI, SS score.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: spasmofilia, fibromyalgia, elektromiografi, ansietas, depresi, WPI, SS score.spasmofilia, fibromyalgia, elektromiografi, ansietas, depresi, WPI, SS score.spasmofilia, fibromyalgia, elektromiografi, ansietas, depresi, WPI, SS score.
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 02 Jan 2026 06:34
Last Modified: 02 Jan 2026 06:34
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43246

Actions (login required)

View Item View Item