PANUNTUN, BAGUS and Yuniningsih, Tri (2026) ANALISIS STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA PANTAI PASIR PUTIH WATES DI KABUPATEN REMBANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
BAGUS PANUNTUN_14020122130067_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (497kB) |
|
|
Text
BAGUS PANUNTUN_14020122130067_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (4MB) |
|
|
Text
BAGUS PANUNTUN_14020122130067_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAGUS PANUNTUN_14020122130067_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAGUS PANUNTUN_14020122130067_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (230kB) |
|
|
Text
BAGUS PANUNTUN_14020122130067_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (257kB) |
|
|
Text
BAGUS PANUNTUN_14020122130067_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Pantai Pasir Putih Wates merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di
Kabupaten Rembang yang memiliki potensi strategis dalam mendukung
pengembangan pariwisata daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Namun demikian, pengembangannya belum sepenuhnya berjalan optimal akibat
adanya berbagai permasalahan yang berkaitan dengan peran dan sinergi antar
stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stakeholder yang
terlibat dalam pengembangan Pantai Pasir Putih Wates, menganalisis peran masingmasing stakeholder, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat yang
memengaruhi proses pengembangan destinasi wisata tersebut. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Pasir Putih Wates melibatkan
18 stakeholder yang diklasifikasikan ke dalam stakeholder utama, kunci, dan
sekunder. Peran stakeholder tercermin dalam lima fungsi utama, yaitu sebagai
pembuat kebijakan (policy creator), koordinator, fasilitator, implementor, dan
akselerator. Secara umum, peran fasilitator dan akselerator telah berjalan relatif
optimal, terutama yang dijalankan oleh pengelola destinasi dan pemerintah desa.
Namun demikian, peran policy creator, koordinator, dan implementor belum
sepenuhnya optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan alokasi anggaran
pemerintah daerah, belum terintegrasinya pengelolaan pendapatan destinasi ke
dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), keterbatasan kewenangan formal pengelola,
minimnya pelibatan BUMDes dalam pengambilan keputusan strategis, serta
kendala teknis seperti aksesibilitas, ketersediaan fasilitas, dan fluktuasi jumlah
kunjungan wisatawan. Faktor pendukung pengembangan destinasi meliputi nilai,
kepercayaan antar stakeholder, serta adanya regulasi dan kebijakan di tingkat desa.
Sementara itu, faktor penghambat melalui komunikasi yang belum adanya sistem
koordinasi lintas-stakeholder yang terlembaga. Berdasarkan temuan tersebut,
penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola kelembagaan pengelola
destinasi, peningkatan integrasi peran BUMDes, perbaikan skema pembagian dan
pencatatan pendapatan destinasi, serta pembentukan forum kolaborasi lintasstakeholder guna mendukung pengembangan Pantai Pasir Putih Wates yang
berkelanjutan.
Kata Kunci: Peran, Stakeholders, Pengembangan, Destinasi, Pariwisata
30. Administrasi Publik 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 06:57 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 06:57 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43187 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
