Novitasari, Stefany Putri Feryviana and Widagdo, Muhammad Bayu (2026) Representasi Resistensi Perempuan terhadap Seksisme dalam Film She Said (2022). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Stefany_14040119130077_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Stefany_14040119130077_Bab 1.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Stefany_14040119130077_Bab 2.pdf - Submitted Version Download (285kB) |
|
|
Text
Stefany_14040119130077_Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (740kB) |
|
|
Text
Stefany_14040119130077_Bab 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (209kB) |
|
|
Text
Stefany_14040119130077_Bab 5.pdf - Submitted Version Download (165kB) |
|
|
Text
Stefany_14040119130077_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (207kB) |
|
|
Text
Stefany_14040119130077_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kerja masih menjadi
persoalan serius yang banyak dialami perempuan. Data International Labour
Organization (ILO) tahun 2022 menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja
perempuan pernah mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, terutama dalam
bentuk quid pro quo. Fenomena ini berakar pada ketimpangan relasi kuasa serta
budaya seksis yang menempatkan perempuan sebagai kelompok subordinat.
Akibatnya, banyak korban memilih untuk bungkam karena takut mendapat stigma,
ancaman, maupun ketidakpercayaan terhadap sistem pelaporan. Film She Said
(2022) merepresentasikan upaya perlawanan yang dilakukan perempuan terhadap
budaya seksis yang mengakar kuat dalam masyarakat sosial. Berdasarkan konteks
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi resistensi
perempuan terhadap seksisme dalam film She Said (2022).
Penelitian ini menggunakan teori seksisme ambivalensi Glick dan Fiske
yang digunakan untuk melihat bentuk seksisme sistemik yang dinormalisasi di
masyarakat, serta teori resistensi dari James C. Scott yang digunakan untuk melihat
upaya perlawanan yang dilakukan perempuan terhadap seksisme sistemik yang ada.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis semiotika John Fiske yang
mencakup level realitas, representasi, dan ideologi. Pada level realitas, ditunjukkan
bagaimana seksisme sistemik bekerja dalam kehidupan sehari-hari perempuan dan
upaya perempuan dalam melakukan perlawanan terhadap seksisme sistemik. Pada
level representasi, film ini membingkai resistensi perempuan melalui teknik
sinematik yang empatik dan realistis, sehingga menempatkan perempuan sebagai
subjek aktif yang melakukan perlawanan. Pada level ideologi, She Said mengkritik
seksisme sistemik yang dilegitimasi oleh ideologi dominan patriarki-kapitalisme,
serta menghadirkan feminisme dan jurnalisme berperspektif gender sebagai
ideologi tandingan melalui perlawanan kolektif perempuan. Secara keseluruhan,
film She Said (2022) merepresentasikan adanya perlawanan kolektif perempuan
dalam membongkar praktik seksisme sistemik yang telah mengakar dan
dinormalisasikan oleh masayarakat sosial, dengan tujuan untuk membebaskan
perempuan, khususnya korban pelecehan dan kekerasan seksual, dari isolasi dan
stigma negatif yang dilekatkan masyarakat sosial kepada perempuan.
Kata Kunci: Resistensi Perempuan, Seksisme Ambivalensi, Feminisme, Semiotika John Fiske.
15_Ilmu Komunikasi_2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 07:21 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 07:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42892 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
