Munandar, Kintan Azzahra and Alfian, Muhammad Faizal and Hudaya, Maula (2026) PENGARUH FAKTOR BUDAYA STRATEGIS TERHADAP INTENSI PENDUDUKAN ISRAEL DI WILAYAH PALESTINA TAHUN 2022-2024. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Kintan Azzahra_14050121140076_COVER (1).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (393kB) |
|
|
Text
Kintan Azzahra_14050121140076_Bab 1.pdf - Submitted Version Download (292kB) |
|
|
Text
Kintan Azzahra_14050121140076_BAB 2 (1).pdf - Submitted Version Download (356kB) |
|
|
Text
Kintan Azzahra_14050121140076_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (276kB) |
|
|
Text
Kintan Azzahra_14050121140076_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (113kB) |
|
|
Text
Kintan Azzahra_14050121140076_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (338kB) |
Abstract
Konflik Israel–Palestina merupakan salah satu konflik paling berkepanjangan
dalam politik internasional modern yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor material,
tetapi juga oleh dimensi historis, ideologis, dan identitas. Meskipun menghadapi
kecaman luas dari komunitas internasional, Israel tetap mempertahankan kebijakan
pendudukan dan operasi militernya di wilayah Palestina, khususnya pada periode
2021–2024. Fenomena ini menunjukkan adanya pola perilaku yang konsisten dan
berulang dalam kebijakan keamanan Israel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh faktor budaya strategis terhadap intensi pendudukan
Israel di wilayah Palestina, serta menjelaskan mengapa kebijakan tersebut terus
dipertahankan dalam konteks tekanan internasional yang meningkat.
Penelitian ini menggunakan teori strategic culture sebagai kerangka analisis
utama, dengan mengacu pada pemikiran Jack Snyder (1977) dan Alastair Iain Johnston
(1995). Pendekatan budaya strategis digunakan untuk memahami bagaimana
pengalaman historis, memori kolektif, persepsi ancaman, dan nilai ideologis
membentuk pola pikir serta preferensi kebijakan elite politik Israel. Metode penelitian
yang digunakan adalah kualitatif, melalui studi pustaka dan analisis dokumen terhadap
pidato elite politik, kebijakan keamanan, serta praktik militer Israel selama periode
2021–2024. Data dianalisis secara deskriptif dan interpretatif untuk mengidentifikasi
keterkaitan antara budaya strategis dan intensi pendudukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya strategis Israel berlandaskan pada
persepsi ancaman eksistensial yang tertanam kuat dalam ingatan kolektif nasional,
khususnya terkait pengalaman konflik regional dan trauma historis masa lalu. Persepsi
tersebut mendorong orientasi kebijakan yang menempatkan kekuatan militer dan
kontrol teritorial sebagai instrumen utama dalam menjaga keamanan nasional. Retorika
politik dan kebijakan yang dijalankan pemerintahan Israel, terutama di bawah
kepemimpinan Benjamin Netanyahu, memperlihatkan konsistensi dalam penggunaan
narasi ancaman dan legitimasi historis untuk mempertahankan pendudukan. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa intensi pendudukan Israel tidak bersifat situasional atau
jangka pendek, melainkan merupakan bagian dari pola pikir strategis yang
terinternalisasi dalam budaya keamanan Israel, sehingga mendorong keberlanjutan
kebijakan pendudukan terhadap wilayah Palestina.
Kata kunci: Konflik Israel-Palestina, Strategic culture, Intensi Pendudukan, Nilai
Budaya, Persepsi Ancaman
1 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 06:48 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 06:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42889 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
